Hanung Bramantyo Hadirkan Children of Heaven Versi Indonesia
Sebuah film yang pernah menjadi perhatian dunia berjudul Children of Heaven, diremaks ulang oleh sutradara Hanung Bramantyo. Film legendaris karya Majid Majdi ini dibuat versi Indonesia yang akan tayang pada 27 mei mendatang. Menariknya, jadwal rilis film tersebut bertepatan dengan konflik Timur Tengah justru mempunyai makna tersendiri bagi proses perilisan film.
“Saya ngefans banget dengan film-film Iran, Children Of Heaven salah satunya. Kalo film adalah upaya mencitrakan realitas (termasuk segala gugatan-gugatannya) ke dalam LAYAR BESAR. Iran adalah cermin yang pas buat kita teladani. Dua film Iran yang saya tonton berkali-kali adalah Separation dan Children Of Heaven. Saat ini, dengan segala kebesaran Allah, saya diberi kesempatan untuk me-remake-nya. Satu hal yang saya belajar dari Film-Film Iran: Meski dalam kondisi tidak berdaya, manusia harus mempertahan martabat sebagai manusia. Maka jangan sekali-kali mengusik Iran, sebab mereka dididik untuk selalu Berdaya!” Begitu bunyi cuitan di instagram Hanung Bramantyo.
Unggahan itu sekaligus memperlihatkan kekaguman Hanung pada perfilman Iran yang dikenal kukuh mempertahankan identitas lokalnya. Film seperti Separation dan Children of Heaven menjadi rujukan penting baginya karena keberanian sineas Iran dalam menampilkan realitas sosial tanpa sensasi berlebih. Menurut Hanung sejak awal dirinya berkomitmen menjaga esensi pesan kemanusiaan yang dibangun oleh Majid Majidi. Ia mengatakan bahwa film tersebut tidak boleh menjadikan kesedihan atau kemiskinan sebagai komoditas visual. “Karena sebetulnya film ini sebagaimana yang dibintangkan atau diharapkan oleh kreatornya, Saudara Majid Majidi, adalah tidak boleh mengeksploitasi kesedihan. Tidak boleh mengeksploitasi kemiskinan,” katanya.
Selain tu, lanjut Hanung kekuatan film Iran justru lahir dari kemampuan menampilkan kemandirian manusia dalam kondisi yang sangat terbatas. “Di tengah situasi serba kekurangan, kita harus berdaya. Kita harus menunjukkan martabat kita sebagai manusia. Dan itu terlihat sekali di original film Children of Heaven yang saya tonton kira-kira 15 tahun yang lalu saat saya masih kuliah di Institut Kesenian Jakarta,” tambahnya. Film Children of Heaven, yang dijadwalkan tayang di Indonesia pada 27 Mei 2026. Film ini merupakan versi resmi dari karya klasik garapan Majid Majidi, yang pada masanya pernah masuk nominasi Oscar dan menjadi salah satu film Timur Tengah paling dikenal dunia.
Dalam kesempatan yang sama, Hanung kembali menyoroti karakter khas film-film Iran yang membuatnya jatuh cinta. Ia menyebut bahwa sineas Iran memiliki konsistensi kuat dalam merekam kehidupan masyarakatnya sendiri. “Apa yang saya lihat dalam semua film-film Iran itu berbicara tentang diri mereka sendiri, kejujuran mereka sendiri, lokalitas mereka sendiri. Itu kenapa film Iran menjadi sebuah film yang diminati oleh seluruh dunia,” tuturnya.
Menurut Hanung, sineas Iran tidak pernah berusaha meniru gaya populer negara lain. “Karena mereka menjadi diri mereka sendiri. Mereka tidak mau menjadi negara lain. Mereka tidak mau menjadi orang lain. Mereka bangga menjadi diri mereka sendiri meskipun mereka di tengah keterbatasan. Dan itu yang membuat saya akhirnya menerima film ini,” ujarnya.
Adaptasi Children of Heaven versi Indonesia merupakan kolaborasi antara rumah produksi MD Pictures milik Manoj Punjabi dengan Hanung sebagai sutradara. Proyek ini menjadi salah satu remake resmi yang mendapat lisensi penuh dari kreator orisinalnya. Dengan pesan kuat tentang martabat, perjuangan, dan kemanusiaan, Children of Heaven diharapkan mampu memberikan perspektif baru bagi penonton Indonesia.
Penulis: Nurul Huda
Advertisement