Hadapi Gangguan Keamanan LDII Perkuat Kerjasama Persinas dan Polri
Ketua Umum DPP Lembaga Dakwah Uslam Indonesia (LDII) KH Chriswanto Santoso mengungkapkan, pihaknya berkomitmen memperkuat 29 karakter luhur bagi pendekar dan tenaga pengamanan agar berbudi pekerti luhur.
Komitmen itu ia katakan pada penutupan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) LDII 2025, di Grand Ballroom Minhaajurrosyidiin, Ponpes Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur, Senin malam 24 Februari 2025.
Dalam Rakornas ini LDII d telah menandatangani nota kesepahaman dengan PB Persatuan Silat Nasional (Persinas) ASAD (Ampuh Sehat Aman Damai) dan PP Senkom atau Sentra Komunikasi Mitra Polri.
Senkom adalah kelompok masyarakat yang berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas).
Tugas Senkom Mitra Polri:
Mendeteksi dini potensi gangguan keamanan di masyarakat;
Memberikan informasi dan laporan terkait situasi keamanan yang terjadi di lapangan;
Menengahkan dan menyambungkan komunikasi antara masyarakat dengan pihak kepolisian;
Membantu sosialisasi kepada masyarakat tentang mitigasi bencana; dan
Membantu sosialisasi tentang P4GN (Pemberantasan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba)
Peran Senkom Mitra Polri
Senkom Mitra Polri berperan vital dalam menjaga harkamtibmas, terutama pada periode penting seperti masa pemilihan umum dan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran.
Sejarah Senkom Mitra Polri
Senkom Mitra Polri didirikan oleh anggota Mitra Kamtibmas Mabes Polri pada hari Kamis tanggal 1 Januari 2004 di Jakarta. Pada tanggal 10 November 2004, Ikatan Kader Pemuda Mitra Kamtibmas Mabes Polri melebur menjadi “Sentra Komunikasi (SENKOM) Mitra Polri”.
Kata Chriswanto , ketika banyak kasus tawuran antarperguruan silat atau arogansi ormas, Pengurus Besar (PB) Persinas ASAD dan Pengurus Pusat (PP) Senkom Mitra Polri mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
Hal tersebut tak lepas dari peran muballigh dan ulama LDII, yang terus menanamkan karakter luhur di majelis-majelis taklim yang diikuti para anggota perguruan silat dan ormas tersebut.
“Salah satu hasil Rakornas LDII kali ini, adalah untuk memperteguh kerja sama antara LDII dengan PB Persinas ASAD dan PP Senkom Mitra Polri, yang selama ini kami semua rasakan manfaatnya secara langsung,” tuturnya.
Ia mengatakan, kerja sama tersebut juga memungkinkan anggota Senkom Mitra Polri membantu keamanan berbagai kegiatan LDII. Dan juga generasi muda LDII dapat melestarikan budaya bangsa seperti pencak silat melalui perguruan silat Persinas ASAD.
“LDII memiliki delapan program prioritas, di mana, empat dari delapan bidang tersebut adalah pembangunan sumberdaya manusia profesional religius. Silat bagi LDII, bukan hanya sekadar bela diri, tetapi sebagai wadah pembinaan karakter bangsa,” tegas KH Chriswanto.
Melalui kerja sama antara LDII dan Persinas ASAD, diharapkan akan terlahir atlet dan pendekar yang memiliki karakter luhur. Sehingga akan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, sekaligus memiliki nilai spiritual dan mental yang baik.
Sementara untuk mengoptimalkan program kerja, LDII memerlukan dukungan komunikasi yang baik.
Dalam Rakornas LDII 2025, LDII mengundang aktor sekaligus praktisi pembicara publik atau public speaking, Ben Kasyafani. Ia berbagi ilmu public speaking di hadapan pengurus DPW LDII se-Indonesia.
Ben banyak mengulas kiat menghadapi audiens dalam jumlah besar maupun percakapan secara personal. Ia meminta para peserta Rakornas, untuk selalu memperhatikan calon audiens, dan memberi penekanan pada hal-hal penting yang ingin disampaikan.
“Saat menjadi spokesperson, siapkan poin-poin utama yang akan disampaikan. Kenali karakter audiens, serta berlatih untuk menciptakan penyampaian yang lebih terstruktur dan percaya diri,” ujar Ben.
Ben melanjutkan, pembukaan yang kuat mampu menarik perhatian sejak awal, sementara penutupan yang efektif akan meninggalkan kesan mendalam.
“Awal yang menarik membangun koneksi dengan audiens, sedangkan penutupan yang jelas, membantu memperkuat pesan utama yang ingin disampaikan,” ujarnya.
Melalui sesi ini, Ben Kasyafani berharap para peserta Rakornas LDII mendapatkan berbagai wawasan dan teknik yang dapat diterapkan dalam aktivitas kepemimpinan serta komunikasi sehari-hari.
“Dengan pemahaman yang lebih baik tentang public speaking, diharapkan para pengurus LDII dapat lebih percaya diri dalam menyampaikan gagasan serta menghadapi berbagai tantangan komunikasi di era digital saat ini,” ujar Chriswanto.