Gunungkidul Diguncang Gempa Tiga Kali, Disusul Tasikmalaya dan Lumajang
Wilayah Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diguncang gempa bumi sebanyak tiga kali pada Senin, 15 Desember 2025. Setelah itu, gempa juga tercatat terjadi di wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat, serta Lumajang, Jawa Timur. Informasi tersebut disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Rangkaian Gempa di Gunungkidul
Gempa pertama terjadi pada pukul 06.26 WIB dengan magnitudo 3,9. Pusat gempa berada di koordinat 9.03 LS – 110.37 BT, atau sekitar 118 kilometer barat daya Gunungkidul, dengan kedalaman 10 kilometer.
Selang beberapa menit kemudian, gempa kedua mengguncang wilayah yang sama pada pukul 06.59 WIB. Gempa bermagnitudo 3,1 ini berlokasi di 9.08 LS – 110.38 BT, sekitar 123 kilometer barat daya Gunungkidul, dengan kedalaman 25 kilometer.
Gempa ketiga kembali terjadi pada pukul 07.57 WIB dengan magnitudo 2,6. Pusat gempa berada di 8.42 LS – 110.71 BT, sekitar 48 kilometer selatan Gunungkidul, dan berkedalaman 30 kilometer.
Gempa di Tasikmalaya
Selain Gunungkidul, gempa bumi juga tercatat mengguncang wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, pada pukul 03.29 WIB. Gempa tersebut bermagnitudo 2,2, dengan pusat gempa berada di koordinat 7.84 LS – 107.91 BT, atau sekitar 57 kilometer barat daya Kabupaten Tasikmalaya, pada kedalaman 11 kilometer.
Gempa Susulan di Lumajang
Sementara itu, gempa bumi juga terjadi di wilayah Lumajang, Jawa Timur, pada pukul 08.17 WIB. Gempa bermagnitudo 3,1 ini berlokasi di 9.21 LS – 113.00 BT, sekitar 122 kilometer barat daya Lumajang, dengan kedalaman 29 kilometer.
BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
BMKG memastikan seluruh rangkaian gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada, serta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta mengikuti perkembangan informasi gempa hanya dari sumber resmi BMKG.
Advertisement