Gunung Merapi Alami 6 Kali Guguran Lava, Jarak Luncur Capai 1.800 Meter
Aktivitas Gunung Merapi kembali meningkat pada Rabu 21 Januari 2026. Berdasarkan laporan pengamatan terkini, gunung api yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah ini tercatat mengalami enam kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.800 meter ke arah Kali Krasak.
Kondisi Visual dan Cuaca
Secara visual, Gunung Merapi teramati tertutup kabut 0–II hingga 0–III, sementara asap kawah tidak teramati. Cuaca di sekitar gunung dilaporkan mendung dengan angin lemah bertiup ke arah barat.
Suhu udara berkisar antara 17,2 hingga 20 derajat Celsius, dengan tingkat kelembaban 94,9–99,4 persen. Tekanan udara tercatat di rentang 871,4–914,7 mmHg, serta curah hujan mencapai 13 mm per hari.
Aktivitas Seismik Gunung Merapi
Selain guguran lava, aktivitas kegempaan Gunung Merapi juga terpantau cukup intens, meliputi:
22 kali gempa guguran dengan amplitudo 3–23 mm dan durasi 70,27–202,65 detik
16 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 2–26 mm, selisih waktu S–P 0,3–0,5 detik, dan durasi 18,07–54,89 detik
1 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 8 mm dan durasi 8,36 detik
Potensi Bahaya Gunung Merapi
Saat ini, potensi bahaya utama Gunung Merapi berupa guguran lava dan awan panas guguran (APG) yang berpotensi meluncur ke beberapa sektor aliran sungai.
Pada sektor selatan hingga barat daya, daerah yang berpotensi terdampak meliputi:
Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km
Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km
Sementara pada sektor tenggara, potensi bahaya mencakup:
Sungai Woro sejauh maksimal 3 km
Sungai Gendol sejauh maksimal 5 km
Selain itu, lontaran material vulkanik akibat kemungkinan letusan eksplosif dapat menjangkau radius hingga 3 km dari puncak.
Imbauan kepada Masyarakat
Berdasarkan hasil pemantauan, suplai magma masih berlangsung, sehingga berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran di dalam kawasan rawan bencana.
Masyarakat diimbau untuk:
Tidak melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya
Mewaspadai ancaman lahar dan awan panas guguran, terutama saat hujan turun di sekitar Gunung Merapi
Mengantisipasi gangguan abu vulkanik yang dapat terjadi sewaktu-waktu
Pihak berwenang menyatakan, apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.
Advertisement