Gunung Lamongan Diguncang 94 Kali Gempa Tektonik Lokal, Status Normal
Gunung Lamongan, yang berlokasi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mencatat peningkatan aktivitas seismik dengan terjadinya 94 kali gempa tektonik lokal pada Sabtu, 19 Juli 2025.
Meskipun demikian, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui data magma.esdm menyatakan bahwa tingkat aktivitas Gunung Lamongan tetap berada pada Level I (Normal).
Pada hari pengamatan, Gunung Lamongan terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah nihil, dengan cuaca cerah hingga mendung, serta angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara. Suhu udara di sekitar area gunung berkisar antara 20.9-26.8°C, kelembaban 66-99.7%, dan tekanan udara 958.1-962.7 mmHg.
Detail Aktivitas Seismik Gunung Lamongan
Data menunjukkan bahwa 94 kali gempa tektonik lokal tercatat dengan amplitudo 4-41 mm, selisih waktu S-P antara 1.3-7.54 detik, dan durasi gempa 21.45-95 detik. Selain itu, terdeteksi pula 1 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 7 mm, selisih waktu S-P 20 detik, dan durasi gempa 50 detik.
Gunung Lamongan memiliki ketinggian 1.651 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan posisi geografis di Latitude -7.979°LU dan Longitude 113.342°BT.
Imbauan dan Rekomendasi PVMBG
Meskipun statusnya normal, PVMBG merekomendasikan beberapa hal penting untuk keselamatan masyarakat dan pengunjung:
Tidak mendekati dan menginap di dasar kawah: Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki tidak diizinkan untuk turun dan mendekati dasar kawah di puncak Gunung Lamongan, serta tidak menginap di dalam kawasan puncak.
Koordinasi dengan BPBD dan PVMBG: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur diharapkan untuk terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau melalui Pos Pengamatan Gunung Api Lamongan di Desa Tegal Randu, Kecamatan Klakah, Lumajang, terkait aktivitas gunung.
Advertisement