Gumitir Ditutup Total, Dishub Jember Minta Tambahan Titik Pemberhentian Kereta Api
Dinas Perhubungan Kabupaten Jember bersama Satlantas Polres Jember melakukan persiapan menyikapi rencana penutupan jalur Gumitir secara total. Dishub Jember meminta PT KAI Daop 9 Jember menambah titik pemberhentian kereta api.
Plt Kepala Dinas Perhubungan Jember, Gatot Triyono mengatakan penutupan total jalur Gumitir secara total akan berdampak terhadap transportasi dari Jember ke Banyuwangi atau sebaliknya. Termasuk juga berdampak terhadap tranportasi bus antara kota dan provinsi.
Bahkan DAMRI telah merilis bahwa armadanya yang memiliki rute Banyuwangi-Jakarta dan sebaliknya akan berangkat dan berhenti di Jember. Gatot yakin hal serupa juga akan diterapkan oleh perusahaan otomotif yang lain.
Karena itu, Dishub Jember terus berkoordinasi dengan Dishub Banyuwangi dan PT KAI Daop 9 Jember. Dishub Jember akan berupaya agar masyarakat Jember bagian Timur, termasuk masyarakat Kalibaru, Banyuwangi tetap bisa menikmati layanan bus AKAP yang berangkat dan berhenti di Jember.
Dishub Jember berkoodinasi dengan PT KAI Daop 9 Jember terkait alternatif yang bisa dilakukan. Alternatif penambahan gerbong kereta api kemungkinan tidak bisa dilakukan oleh PT KAI Daop 9 Jember.
Hal yang memungkinkan dilakukan adalah penambahan titik pemberhentian kereta api di stasiun yang tersebar sepanjang Banyuwangi-Jember. Surat permohonan penambahan titik pemberhentian akan dikirim hari ini, Senin, 14 Juli 2025 oleh Dishub Jember ke PT KAI Daop 9 Jember.
Hal tersebut perlu dilakukan untuk mengakomodasi masyarakat Jember dan Banyuwangi yang ingin naik bus dari Jember.
“Kami sudah berkoodinasi dengan PT Daop 9 Jember. Alternatif penambahan gerbong selama penutupan jalur gumitir belum memungkinkan. Hal yang mungkin dapat dilakukan adalah penambahan titik pemberhentian kereta api, agar masyarakat bisa naik kereta api ke Jember,” katanya, Senin, 14 Juli 2025.
Diketahui, jalur Gumitir akan diperbaiki oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). Proyek tersebut akan berlangsung hingga tanggal 30 Desember 2025.
Kendati demikian, penutupan secara total hanya akan berlangsung selama dua bulan. Sedangkan sisanya jalur diberlakukan sistem buka tutup.
Rencana perbaikan jalan nasional yang menghubungkan Jember dengan Banyuwangi tersebut telah disosialisasikan kepada Pemkab Banyuwangi, Jember, Bondowoso, dan Situbondo.
Advertisement