Gerak Jalan Mojokerto-Surabaya Sukses, Dispora Jatim Puji Antusiasme Masyarakat
Gerak Jalan Mojokerto-Surabaya (GMS) 2025 resmi berakhir, Sabtu, 15 November 2025, malam. Kegiatan ini dinilai sukses. GMS juga mendapatkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Warga berjejer untuk melihat langsung para peserta.
Pantauan Ngopibareng.id di Tugu Pahlawan, pukul 23.15 WIB, terjadi kepadatan karena banyaknya warga yang menyaksikan dari pinggir jalur peserta. Berbagai aksi, hingga kostum yang dikenakan para peserta membuat masyarakat begitu antusias untuk menyaksikan.
Kemacetan pun tak terhindarkan. Petugas kepolisian, hingga panitia pun melakukan skema pengaturan lalu lintas. Di garis finish juga digelar panggung hiburan yang menghadirkan Jono Joni membuat acara semakin meriah.
“Ini tadi ada yang pakai kembang api, ada yang pake kostum setan, ada yang bawa bendera raksasa. Keren-keren pesertanya, totalitas,” kata Rahma, salah satu warga.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur, Hadi Wawan Guntoro, mengatakan, kegiatan ini berjalan relatif lancar.
“Secara keseluruhan berjalan lancar. Artinya, tidak ada kendala peserta, walaupun beberapa titik ada kemacetan tapi mengalir,” ujar Hadi Wawan.
Ia menyebut, kemacetan yang terjadi karena antusiasme masyarakat yang tinggi untuk menyaksikan kegiatan yang sudah ada sejak tahun 1955 itu.
“Ini karena antusiasme masyarakat yang nonton. Bahkan ada yang berbagi minuman, ada yang menyiapkan sound, ada yang menyiapkan tempat istirahat,” aku mantan Kasatpol PP Jatim itu.
Terkait kesehatan, Hadi Wawan mengaku tidak ada kejadian menonjol. Sebab, peserta yang memiliki kendala kesehatan langsung tertangani oleh tim medis yang ada di setiap pos.
Kegiatan tahun ini juga berbeda dengan sebelumnya, khususnya terkait penilaian. Di mana, sistem digital dengan memanfaatkan gawai peserta yang tersambung dengan map panitia. Sehingga, dapat menekan kemungkinan kecurangan yang dilakukan peserta.
“Penilaian tahun ini semua sudah digital, ketika peserta nge-tap di pos langsung masuk rekaman. Event ini bukan cepat-cepatan finish tapi mensimulasikan perjuangan pahlawan dulu. Dari pos ke pos sudah terhitung waktunya, ketika naik motor atau mobil ketahuan semua, dan terlihat kecepatan yang tidak wajar,” pungkasnya.
Advertisement