Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo NTT, Tsunami Terdeteksi hingga 0,94 Meter
Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu 15 Agustus 2026 pagi. Gempa tersebut memicu tsunami yang terdeteksi di sejumlah wilayah NTT hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 04.58 WIB. Pusat gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, NTT.
Gempa M 7,7 tersebut berada pada kedalaman 15 kilometer dengan koordinat 8,41 Lintang Selatan (LS) dan 121,39 Bujur Timur (BT).
BMKG melaporkan tsunami telah terdeteksi di sejumlah stasiun pengamatan muka air laut. Salah satu ketinggian tsunami tertinggi tercatat di Maurole, Ende, yakni mencapai 0,94 meter pada pukul 05.27 WIB.
"Tsunami akibat gempa Mag:7.7SR, telah terdeteksi di SIKKA (05:03 WIB) 0,19 m, LABUAN BAJO (05:26 WIB) 0,36 m, DOMPU (05:29 WIB) 0,17 m," tulis BMKG melalui akun X, Sabtu (15/8/2026).
Tsunami Terdeteksi di Sejumlah Wilayah
Dalam pemutakhiran informasi peringatan dini tsunami, BMKG mencatat sejumlah lokasi yang telah mendeteksi perubahan muka air laut.
Berikut data pengamatan BMKG:
Lokasi | Waktu | Ketinggian |
Sikka | 05.03 WIB | 0,19 meter |
Florestimur | 05.24 WIB | 0,25 meter |
Labuan Bajo | 05.26 WIB | 0,36 meter |
Maurole-Ende | 05.27 WIB | 0,94 meter |
Pelabuhan Kewapante-Sikka | 05.16 WIB | 0,38 meter |
Dompu | 05.29 WIB | 0,17 meter |
Bakalang-Alor | 05.41 WIB | 0,14 meter |
Dengan demikian, tsunami tidak hanya terdeteksi di wilayah sekitar pusat gempa, tetapi juga mencapai sejumlah wilayah di NTT dan NTB.
BMKG Tetapkan Sejumlah Wilayah Berstatus Siaga dan Waspada
Berdasarkan pemodelan tsunami, BMKG menetapkan sejumlah wilayah dalam status Siaga dan Waspada.
Wilayah NTT yang masuk status Siaga meliputi bagian utara Manggarai, bagian utara Ngada, bagian utara Manggarai Barat, bagian utara Ende, serta bagian utara Sikka. Sementara di Sulawesi Selatan, status Siaga berlaku untuk Selayar, Jeneponto, dan Bantaeng.
Adapun wilayah berstatus Waspada mencakup sejumlah daerah di NTT, NTB, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
Di NTT, wilayah yang berstatus Waspada antara lain Pulau Ende, Pulau Sikka, serta bagian utara Flores Timur. Di NTB meliputi Pulau Sangiang, Pulau Gili, bagian utara Kota Bima, dan bagian utara Dompu.
Sementara di Sulawesi Selatan, status Waspada mencakup Kota Baubau, Takalar, Bone, Wajo, bagian timur dan utara Luwu, serta Kota Palopo.
BMKG Imbau Masyarakat Segera Evakuasi
BMKG meminta pemerintah daerah yang wilayahnya berada dalam status Siaga untuk segera mengarahkan masyarakat melakukan evakuasi.
Untuk wilayah berstatus Waspada, masyarakat diminta menjauhi pantai dan tepian sungai.
Sementara itu, pemerintah daerah yang berada dalam status Awas diminta melakukan evakuasi menyeluruh terhadap masyarakat.
Masyarakat di wilayah pesisir yang merasakan gempa kuat juga diimbau tetap mengikuti informasi resmi BMKG dan arahan petugas di lapangan serta tidak mendekati pantai hingga kondisi dinyatakan aman.