Gempa Guncang Tiris, Probolinggo 34 Rumah Rusak
Jumlah rumah yang rusak akibat gempa di Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo dilaporkan terus bertambah. Hingga Minggu, 20 Juli 2025, sebanyak 34 rumah di empat desa dilaporkan rusak akibat 65 kali gempa tektonik dangkal itu sejak empat hari terakhir.
Rentetan gempa tektonik dangkal mengguncang wilayah Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Probolinggo sejak Kamis, 17 Juli 2025. Di Probolinggo gempa berdampak di enam desa di Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Akibat rentetan gempa tersebut, sebanyak 34 rumah warga dilaporkan rusak.
Rumah yang rusak terinci, 9 rumah di Desa Ranusegaran, 4 rumah di Desa Ranugedang, 7 rumah di Desa Ranuagung, dan 14 rumah di Desa Tiris. Rumah-rumah tersebut mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
"Total terjadi 65 gempa bumi, ditambah susulan tadi pagi pukul 02.00 WIB dengan kekuatan magnitudo 2,2. Dampak gempa total ada 34 rumah rusak di 4 desa. Semuanya di Kecamatan Tiris. Petugas BPBD dibantu Forkopimka Tiris masih fokus di lokasi desa-desa terdampak," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, Minggu, 20 Juli 2025 sore.
Bupati Probolinggo, dr. Moch. Harus bersama BPBD dan pejabat terkait, sudah memberi bantuan logistik terhadap warga yang terdampak gempa bumi. Bantuan tersebut berupa paket kebersihan, terpal, makanan siap saji 1 paket, biskuit (tambahan gizi) 1 paket, paket sandang dan hygiene kids 1 paket.
"Tidak ada korban jiwa dalam gempa terusan yang terjadi di Lumajang dan Probolinggo ini," ujar Oemar.
Seperti diketahui, dalam empat hari terakhir terjadi gempa di Lumajang dan Probolinggo.
Salah satu gempa tercatat berpusat di timur laut Kabupaten Lumajang dengan kedalaman 16 km. Lokasinya berada di 8.09 LS dan 113.39 BT, sekitar 18 km timur laut Kabupaten Lumajang.