Gapasdap Jamin Jumlah, Kapasitas dan Kecepatan Kapal Jika Dermaga di Ketapang-Gilimanuk Ditambah
Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) kembali menegaskan perlunya menambah dermaga di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk untuk mengurai kemacetan. Jika ada penambahan dermaga di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk, Gapasdap menjamin ketersediaan kapal yang beroperasi.
Ketua Umum DPP Gapasdap, Khoiri Soetomo, mengatakan, peran moda transportasi penyeberangan sangat vital. Salah satu buktinya adalah kehadrian para pejabat, bahkan dari eselon III, eselon II, eselon I, bahkan Wamen Perhubungan hadir langsung mengawal kelancaran lalu lintas penyeberangan baik di lintas Merak-Bakhueni maupun di Ketapang-Gilimanuk.
"Intinya adalah kita semua berkeinginan bahwa tidak ada lagi kemacetan yang terjadi baik yang ada di Ketapang-Gilimanuk maupun yang di Merak-Bakaheuni," tegasnya.
Khoiri menyampaikan hal ini usai melakukan pertemuan dengan Wamen Perhubungan di ASDP Ketapang, Banyuwangi, Jumat, 27 Maret 2026. Di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk sempat terjadi antrean hingga lebih dari 30 km menjelang libur Nyepi dan mudik Lebaran.
Menurutnya, sudah saatnya Presiden Prabowo Subianto melihat industri moda transportasi yang betul-betul mempunyai fungsi angkutan umum massal dan mempunyai fungsi infrastruktur yang tidak tergantikan. Bila sedikit saja ada keterlambatan atau kekeliruan di dalam manajemen, menurutnya akan terjadi antrean hingga berpuluh kilometer.
Dalam pertemuan tersebut, Khoiri mengaku telah menyampaikan agar di lintasan Ketapang-Gilimanuk ditambah tiga pasang dermaga. Jika penambahan tiga pasang dermaga itu terealisasi, Gapasdap jaminan operator kapal menjamin ketersediaan kapal untuk beroperasi di dermaga tersebut.
"Maka kami para operator ini memberi jaminan, tahun depan tidak bakal terjadi kekurangan kapal, kurang dari sisi jumlah, kurang dari sisi kapasitas maupun kecepatan," tegasnya.
Dia menyebut, sejatinya di lintasan Ketapang-Gilimanuk setiap tahun tidak pernah terjadi kekurangan kapal. Sebaliknya yang terjadi adalah kelebihan kapal. Idealnya, kata Dia, dengan keterbatasan jumlah dermaga di lintasan penghubung Jawa dan Bali ini, kapasitas dan kualitas hanya cukup untuk dua puluh delapan kapal saja.
"Sedangkan kami di sini punya lima puluh enam Kapal," ujarnya.
Advertisement