Gagal Berangkat Haji karena Hamil Muda, Tiga Kloter CJH Indonesia Tetap Tiba di Tanah Suci
Seorang jemaah haji dari kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Makassar asal Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, gagal berangkat ke Tanah Suci meski telah tiba di asrama haji. Jemaah perempuan tersebut diketahui hamil muda dengan usia kandungan sekitar 10 minggu.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, M Ikbal Ismail, mengungkapkan informasi tersebut diperoleh dari tim kesehatan embarkasi setelah dilakukan pemeriksaan. “Kami baru dapat info dari tim kesehatan embarkasi bahwa kloter 1, setelah pemeriksaan kesehatan, ada satu jemaah yang hasilnya positif hamil,” ujarnya.
Jemaah tersebut sedianya dijadwalkan berangkat pada 22 April 2026. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan medis di Asrama Haji Sudiang, yang bersangkutan dinyatakan tidak layak terbang.
Ikbal menjelaskan, sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, hanya jemaah dengan usia kehamilan tertentu yang diperbolehkan berangkat haji.
“Kehamilan di bawah 16 minggu tidak layak terbang, dan di atas 26 minggu juga tidak diperbolehkan. Yang diperkenankan hanya pada usia kehamilan antara 16 hingga 24 minggu,” jelasnya.
Karena itu, jemaah tersebut dipastikan batal berangkat dan akan diprioritaskan untuk keberangkatan pada musim haji tahun berikutnya. Pihaknya juga segera melaporkan kejadian ini ke pusat untuk proses administrasi, termasuk kemungkinan pengisian kursi kosong sesuai aturan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat).
Tiga Kloter Perdana Tiba di Madinah
Sementara itu, kabar baik datang dari kedatangan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci. Tiga kloter perdana telah tiba di Madinah pada Rabu, 22 April 2026.
Ketiga kloter tersebut berasal dari Embarkasi Yogyakarta, Jakarta, dan Medan. Kloter 1 Embarkasi Yogyakarta tiba pukul 06.20 waktu Arab Saudi (WAS), disusul kloter 1 Embarkasi Jakarta–Pondok Gede pukul 06.50 WAS dengan skema Makkah Route (fast track), serta kloter 1 Embarkasi Medan yang tiba pukul 10.00 WAS.
Kedatangan jemaah di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz disambut langsung oleh Duta Besar RI untuk Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad, Konsul Jenderal RI Jeddah Yusron B. Ambary, serta jajaran petugas haji lainnya.
Duta Besar RI Abdul Aziz Ahmad menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Arab Saudi atas dukungan layanan Makkah Route yang mempercepat proses keimigrasian jemaah.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Arab Saudi yang telah memungkinkan proses keimigrasian berjalan cepat melalui fast track,” ujarnya.
Layanan Makkah Route merupakan kerja sama antara otoritas imigrasi Indonesia dan Arab Saudi, yang memungkinkan proses pemeriksaan dokumen dilakukan sejak di bandara keberangkatan di Indonesia. Dengan demikian, setibanya di Arab Saudi, jemaah dapat langsung menuju bus tanpa antre imigrasi.
Proses Imigrasi dan Layanan Jemaah Lancar
Menteri Haji dan Umrah RI, Muhammad Irfan Yusus, menyatakan pemberangkatan jemaah haji Indonesia berjalan sesuai jadwal.
Ia mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah haji.
“Ibadah haji membutuhkan fisik yang prima, sehingga jemaah harus benar-benar mempersiapkan diri,” ujarnya.
Selain itu, pembagian kartu Nusuk sejak di Tanah Air dinilai sangat membantu kelancaran ibadah jemaah selama berada di Arab Saudi. Pemerintah juga mengapresiasi kesiapan petugas haji di Madinah yang dinilai sigap dalam menyambut kedatangan jemaah.
Dengan berbagai persiapan dan dukungan layanan, diharapkan seluruh rangkaian ibadah haji 2026 dapat berjalan lancar dan aman bagi seluruh jemaah Indonesia.
Advertisement