Dari Kontrakan Hingga Buka Kantor Baru di Surabaya, FiberStar Siap Perkuat Ekosistem Digital Jatim
Dalam upaya memperkuat jaringan infrastruktur digital di wilayah Jawa Timur, PT. Mega Akses Persada atau dikenal sebagai FiberStar secara resmi meresmikan kantor cabang barunya di Jalan Raya Gayungsari Barat, No. 51 B, Surabaya. Peresmian ini menjadi tonggak baru dalam perjalanan perusahaan penyedia jaringan fiber optik nasional yang telah berdiri sejak 2015.
Acara peresmian ini dihadiri FiberStar Commerce and Network Director, Marcelus Ardiwinata, Branch Manager FiberStar Jawa Timur Ariful Ahyar Sudarsono, Regional Division Head FiberStar Miftakhul Khoir, dan Ketua Asosiasi Pengusaha Jasa Internet Indonesia/APJII Jawa Timur Yosvensa Setiawan. Kehadiran mereka menandai keseriusan perusahaan dalam memperkuat kontribusinya terhadap ekosistem digital di Jawa Timur.
Dari Rumah Kontrakan ke Kantor Regional
Perjalanan FiberStar di Jawa Timur dimulai dengan penuh keterbatasan. Pada awal pendiriannya di Surabaya pada tahun 2015, kantor operasionalnya masih menempati rumah kontrakan sederhana. Namun, berkat pertumbuhan pesat dan dukungan dari para pelanggan serta mitra bisnis, kini FiberStar memiliki jaringan yang tersebar di hampir seluruh kota di Jawa Timur.
“Kita dulu mulai dari nol, ngontrak rumah, dan kini bisa punya kantor sendiri. Sekarang kita resmikan kantor baru yang menjadi pusat operasional utama Jawa Timur,” ujar Ariful Ahyar Sudarsono.
Kantor baru ini akan menggantikan kantor lama di Jalan Ketintang Baru sebagai pusat kegiatan operasional harian, sementara lokasi lama akan dialihfungsikan sebagai pusat jaringan dan server.
Surabaya Jadi Simpul Strategis Pengembangan Jaringan Nasional
Direktur Komersial FiberStar, Marcelus Ardiwinata, menegaskan pentingnya posisi Surabaya dalam strategi nasional perusahaan. Surabaya dianggap sebagai salah satu simpul penting dalam pengembangan jaringan internet nasional.
“Kantor baru ini bukan hanya menjadi simbol kehadiran fisik, tetapi juga wujud nyata komitmen kami untuk memperkuat layanan serta mendukung transformasi digital di wilayah Jawa Timur,” ucapnya dalam sambutan.
Pernyataan tersebut diperkuat oleh data dari APJII. Pada tahun 2024 Jawa Timur memiliki jumlah pengguna internet terbesar kedua di Pulau Jawa, yaitu sebanyak 34,06 juta pengguna. Fakta ini memperlihatkan besarnya potensi dan kebutuhan infrastruktur digital di provinsi ini.
Layanan B2B dan Backbone Fiber Optik
Berbeda dari perusahaan penyedia internet langsung ke konsumen (B2C), FiberStar beroperasi dalam skema business-to-business (B2B), menyediakan jaringan backbone fiber optik yang digunakan oleh berbagai penyedia layanan internet (ISP) di Indonesia.
“Kita bukan jualan langsung ke rumah, tapi ke ISP. Kita sediakan jaringan backbone-nya, mereka yang lanjutkan ke pelanggan,” jelas Ariful.
Saat ini, FiberStar melayani sekitar 150 ISP yang tergabung dalam anggota APJII Jawa Timur. Bahkan, dari sekitar 200 anggota APJII Jatim, mayoritas telah menggunakan jaringan FiberStar sebagai tulang punggung infrastruktur layanan mereka.
Untuk memperluas jangkauan, FiberStar juga menargetkan pembangunan 490.420 home pass yakni titik-titik rumah yang siap untuk dipasang jaringan fiber optik di seluruh wilayah Jawa Timur pada tahun ini.
Berbagai Backup Jalur dan Teknologi Rerouting Otomatis
Salah satu keunggulan utama dari FiberStar adalah kepemilikan penuh atas jaringan backbone-nya sendiri. Hal ini memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan jaringan dan respons cepat ketika terjadi gangguan teknis.
“Kita punya jaringan sendiri, dari Jakarta sampai seluruh Jawa Timur, lewat jalur darat maupun laut. Jadi kalau satu jalur putus, sistem otomatis langsung reroute, tidak perlu manual,” ungkap Ariful.
Teknologi rerouting otomatis ini memungkinkan FiberStar menjamin layanan dengan tingkat kestabilan tinggi dan waktu pemulihan yang lebih singkat dibandingkan penyedia lain yang menyewa jaringan pihak ketiga.
Dukungan Penuh APJII
Ketua APJII Jawa Timur, Yosvensa Setiawan, memberikan apresiasi atas peresmian kantor baru ini. Dia berharap, kehadiran kantor ini membawa semangat baru dalam memperluas konektivitas dan memperkuat kolaborasi di industri telekomunikasi.
“Kami mendoakan kelancaran, pertumbuhan yang berkelanjutan, serta peran aktif dalam mendukung kemajuan ekosistem digital di Jawa Timur dan Indonesia,” jelasnya.
Yosvensa menambahkan, kolaborasi antara penyedia jaringan seperti FiberStar dan para ISP sangat krusial dalam menghadirkan layanan internet yang handal hingga ke tingkat rumah tangga dan UMKM.
Ekspansi Berkelanjutan Menjangkau Semua Kota di Jawa Timur
Saat ini, jaringan FiberStar telah mencakup seluruh kota di Jawa Timur. Tim-tim operasional juga telah tersebar di masing-masing wilayah, didukung oleh basecamp lokal yang memudahkan pengelolaan jaringan di lapangan. Walaupun kantor pusat operasional berada di Surabaya, perusahaan tidak berhenti dalam memperluas cakupan.
“Kami akan terus mengembangkan home pass dan mendekatkan jaringan ke wilayah-wilayah yang belum terjangkau. Ini bagian dari misi kami mendukung pemerataan akses digital,” ujar Ariful.
Dengan semakin meratanya jaringan infrastruktur internet, FiberStar berharap dapat menjadi penggerak utama dalam pengembangan ekonomi digital lokal, termasuk mendukung pertumbuhan sektor pendidikan daring, UMKM berbasis digital, dan layanan publik berbasis teknologi.
Lebih dari sekadar pembukaan kantor fisik, FiberStar melihat momen ini sebagai awal baru dalam membangun tim yang lebih solid dan bersemangat.
“Dengan adanya kantor ini, ini pasti pertama semangat baru dari tim khususnya. Semangat baru dan kekompakan baru dan komitmen baru sehingga kita lebih menghasilkan output yang nyata, yang lebih baik kepada pelanggan kita,” pungkas Ariful.
Advertisement