Ditjen Bimas Kristen dan Katolik Gelar Festival Kasih Nusantara Bersama Kemenag Di TMII
Ditjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen dan Ditjen Bimas Katolik akan menggelar Festival Kasih Nusantara Bersama Kemenag di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.
Acara ini menindaklanjuti usulan Menteri Agama Nasaruddin Umar tentang perlu ada kebersamaan dalam perayaan natal bagi umat Kristiani.
“Dalam rangka perayaan natal 2025, umat Kristiani akan menggelar Festival Kasih Nusantara Bersama Kementerian Agama. Ini menjadi momentum merajut kebersamaan ASN Kementerian Agama yang beragama Kristen Protestan dan Katolik, beserta keluarganya,” terang Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung di Jakarta, dikutip Kamis 18 Desember 2025.
“Festival Kasih Kementerian Agama akan digelar di TMII, Jakarta pada 29 Desember 2025. Jadi, nanti lokasi penyelenggaraannya bukan di Kementerian Agama, tapi di TMII Jakarta,” sambungnya.
Menurut Jeane Marie Tulung, Festival Kasih Kementerian Agama akan berlangsung mulai pukul 17.00 WIB. Acara diawali dengan ibadah Natal yang akan diikuti ASN Kemenag yang beragama Kristen Protestan dan Katolik bersama keluarga mereka masing-masing.
“Proses ibadah natal ini diperkirakan berlangsung selama satu setengah jam, sampai 18.30 WIB,” papar Dirjen Bimas Kristen.
Setelah ibadah natal selesai, kata Jeane Marie Tulung, baru akan digelar Festival Kasih Nusantara bersama Kementerian Agama. Festival diperkirakan mulai dari jam 19.30 WIB.
Pada momen ini akan ada sejumlah performance, antara lain Barongsai dari Khonghucu, Paduan Suara Anak Buddha, Tari Bali dari Hindu.
“Menteria Agama dijadwalkan hadir dalam Festival Kasih Nusantara ini sekaligus melaunching buku Ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta,” sebut Jeane Marie Tulung.
“Festival akan ditutup dengan perfomar musik Kulintang dari gereja,” ujarnya.
Bukan Natal Lintas Agama
Wakil.Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i sebelumnya menjelaskan, Natal Bersama yang diselenggarakan kemenag merupakan perayaan bersama umat Kristen dan Katolik, bukan perayaan lintas agama.
Penegasan ini disampaikan Wamenag saat menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Auditorium Mutiara STIK Lemdiklat Polri, Jakarta, .
"Terkait isu natal bersama, perlu kami tegaskan bahwa yang dimaksud adalah perayaan natal bersama umat Kristen dan Katolik. Kegiatan ini tidak dimaksudkan sebagai perayaan lintas agama yang melibatkan seluruh pemeluk agama di lingkungan Kementerian Agama," ungkap Wamenag.
Advertisement