Dinkes Bondowoso Imbau Masyarakat Waspada Penyakit Leptospirosis
Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit leptospirosis.
Karena, hingga pertengahan Juli 2026 tercatat tujuh kasus penyakit ditularkan lewat bakteri leptospira yang dibawa tikus ini terjadi di Bondowoso.
Kepala Dinkes Bondowoso, dr.Mohammad Jasin mengungkapkan, penyakit leptospirosis ditularkan lewat bakteri leptospira terdapat pada air kencing, kotoran, dan air liur tikus yang terinfeksi.
Penularannya terjadi ketika bakteri leptospira masuk ke tubuh manusia melalui luka terbuka atau selaput lendir seperti hidung dan mulut.
"Jadi, selama tikus mengandung bakteri leptospira, tentu saja berpotensi menularkan penyakit leptospirosis. Media penularan lewat air kencing, kotoran, atau air liur yang mengenai bagian tubuh manusia," ungkap Dokter Jasin, Sabtu 25 Juli 2026.
Manusia terserang penyakit leptospirosis, jelas dia, gejala awal demam tinggi di atas 38 derajat celsius, nyeri otot, dan sakit kepala. Jika tidak segera ditangani, infeksi berkembang menjadi lebih berat hingga menyerang organ vital tubuh manusia, terutama ginjal.
"Dari tujuh kasus kasus leptospirosis di Bondowoso itu, seluruh pasien atau penderita tidak komplikasi berat, seperti gagal ginjal yang membutuhkan tindakan cuci darah. Tujuh kasus hingga pertengahan 2026 ini menurun dibandingkan tahun lalu dalam waktu yang sama," jelas mantan Wakil Direktur RSUD dr.Koesnadi Bondowoso itu.
Sebagai upaya menekan ridiko penularan, Dokter Jasin menjelaskan, Dinkes mengintensifkan pengendalian populasi tikus melalui metode trapping atau pemasangan jebakan. Metode ini lebih aman dibandingkan penggunaan racun tikus yang berpotensi mencemari lingkungan melalui bangkai dan cairan tubun tikus yang mati.
"Di samping itu, Dinkes mengimbau masyarakat khususnya para petani agar memakai alat pelindung diri seperti sepatu boot saat bekerja di area persawahan dan tegalan. Ini mencegah bakteri masuk melalui luka kecil pada kaki yang sering tidak sadari," jelasnya.