Digelontor Anggaran Pusat Rp4,2 Miliar, SMPN 1 Balung Jember Kini Bebas Banjir
Kucuran anggaran pusat sebesar Rp4,202 miliar melalui program revitalisasi satuan pendidikan membawa perubahan signifikan bagi SMP Negeri 1 Balung, Jember. Sekolah yang sebelumnya kerap terdampak luapan sungai kini dinyatakan bebas banjir dan lebih layak untuk kegiatan belajar mengajar.
Kepala SMPN 1 Balung, M. Rohiem, menyampaikan rasa syukur atas dukungan pemerintah pusat yang telah merealisasikan pembangunan dan rehabilitasi sarana prasarana sekolahnya. Ia menyebut, perubahan tersebut sangat dirasakan oleh siswa dan guru.
“Saya mewakili SMPN 1 Balung dan kepala sekolah se-Kabupaten Jember mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas program revitalisasi ini,” ujarnya saat peresmian revitalisasi satuan pendidikan oleh Mendikdasmen, Abdul Mu'ti, Sabtu, 21 Februari 2026.
Menurut Rohiem, sebelum revitalisasi dilakukan, kondisi sekolah cukup memprihatinkan. Letak sekolah yang berdekatan dengan sungai membuat area teras dan sejumlah titik kerap tergenang ketika debit air meningkat.
“Setiap kali air sungai meluap, teras sekolah kami kebanjiran. Anak-anak kesulitan saat jam pelajaran karena harus melewati genangan. Lantainya memang lebih rendah,” ungkapnya.
Melalui usulan berbasis Data Pokok Pendidikan (Dapodik), SMPN 1 Balung akhirnya memperoleh tujuh paket kegiatan revitalisasi pada 2025. Total anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat mencapai Rp4.202.000.000 dan langsung dikelola melalui rekening sekolah sesuai mekanisme yang berlaku.
“Alhamdulillah kami mendapatkan tujuh menu kegiatan dengan nilai Rp4.202.000.000. Ini anggaran terbesar di Kabupaten Jember dan semuanya terealisasi dengan baik,” jelasnya.
Dana tersebut digunakan untuk membangun empat ruang kelas baru guna menutup kekurangan rombongan belajar. Sebelumnya, dari 24 rombel yang ada, empat kelas terpaksa menempati ruang laboratorium dan multimedia.
“Sekarang kekurangan kelas sudah teratasi. Ruang laboratorium dan multimedia bisa kembali difungsikan sebagaimana mestinya,” katanya.
Selain pembangunan ruang kelas, revitalisasi juga mencakup rehabilitasi tujuh ruang kelas lama, dua laboratorium, pembangunan dua unit toilet baru, satu tambahan toilet, serta perbaikan ruang UKS, BK, dan administrasi. Peninggian dan pembenahan struktur bangunan turut menjadi bagian penting untuk mengatasi persoalan banjir.
Rohiem menegaskan, dampak terbesar dari anggaran pusat tersebut adalah terciptanya lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa.
“Kini sekolah kami jauh lebih baik dan aman. Anak-anak bisa belajar dengan nyaman tanpa khawatir banjir lagi,” pungkasnya.
Advertisement