Dibantu Pemprov dan Kementan, Probolinggo Targetkan Vaksin 1.600 Sapi
Meski tidak sebanyak akhir 2024 hingga Januari 2025 lalu, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih menjangkiti puluhan sapi di Kota Probolinggo. Karena itu, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dipertahankan) Kota Probolinggo masih menggencarkan vaksinasi PMK dan mengobati sapi yang terpapar PMK.
"Per tanggal 7 Februari 2025, terdapat 31 kasus PMK aktif, terbanyak di Kecamatan Wonoasih dengan 22 sapi," kata Kepala Dipertahankan Kota Probolinggo, Aries Santoso, Jumat, 14 Februari 2025.
Selain mengobati puluhan sapi terjangkit PMK, Dipertahankan berusaha melakukan vaksinasi bagi sapi-sapi yang masih sehat. Apalagi setelah Kota Probolinggo mendapat pasokan vaksin dari Pemprov Jatim dan Kementerian Pertanian (Kementan).
"Kami mendapat bantuan vaksin PMK dari Pemprov Jatim dan Kementerian Pertanian sebanyak 1.600 dosis," ujarnya.
Aries memerinci bantuan vaksin PMK tersebut yakni, dari Pemprov Jatim berupa Biaftogen 50 milliter (ml) sebanyak 40 botol dan dari Kementerian Pertanian berwujud Aphtovak E 50 ml sebanyak 24 botol.
Bantuan vaksin PMK tersebut bisa menjangkau 1.600 sapi. "Sehingga dengan tambahan 1.600 dosis vaksin PMK ini, kami menargetkan 1.600 ekor sapi di Kota Probolinggo bisa divaksin," ungkap Aries.
Sisi lain bantuan vaksin sebanyak itu masih kurang dikaitkan dengan populasi sapi di Kota Probolinggo yang mencapai total 4.122 ekor.
Selain vaksinasi dan pengobatan sapi sakit (terjangkit PMK), Dipertahankan juga memperketat lalu lintas sapi yang masuk ke Kota Probolinggo di antaranya, melalui Pasar Hewan Wonoasih. Apalagi sejak PMK merebak, pasar hewan di belahan selatan Kota Probolinggo itu tetap buka.
Dipertahankan mengambil kebijakan, tidak menutup pasar hewan yang buka dua kali dalam sepekan, Selasa dan Sabtu. "Justru kalau pasar hewan ditutup, kami khawatir muncul pasar ilegal, yang semakin sulit diawasi," pungkas Aries.
Advertisement