Delima : Buah Surga untuk Kesehatan Jantung
Buah delima atau Punica granatum L adalah buah istimewa. Pasalnya jenis buah yang menyehatkan ini disebut dalam Al-Qur’an antara lain pada surat Al-An’am ayat 99 dan Ar-Rahman ayat 68. Maka tidak heran tetapi kedudukannya adalah salah satu buah yang dinisbatkan sebagai “buah surga”.
Dalam tradisi Islam, delima menjadi simbol kemurnian, keberkahan, sekaligus anugerah kesehatan. Selain itu buah ini tergolong buah yang kaya akan kandungan vitamin dan sangat baik unyuk kesehatan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh bagian tanaman delima—mulai dari biji, kulit, hingga bunganya—mengandung senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi tubuh. Mulai dari vitamin C, flavonoid, ellagitannin, hingga alkaloid yang memiliki sifat antioksidan, antibakteri, antidiabetes, hingga antikanker.
Penggunaan delima sebagai obat tradisional telah berlangsung selama berabad-abad di kawasan Timur Tengah dan Asia Selatan. Kulit buah delima diketahui kaya akan fenolik—flavonoid, ellagitannin, antosianidin, hingga urolitin yang jelas memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi kuat. Dari sudut pandang medis modern, ekstrak delima terbukti memiliki efek antidiabetik, antiaterosklerosis, antihipertensi, hingga antikanker. Keberagaman fitokimia inilah yang membuat delima menjadi agen potensial dalam menjaga kesehatan jantung, terutama melalui perlindungan terhadap jaringan kardiovaskular, biomarker gagal jantung, serta perubahan histologis pada organ jantung.
Melansir tulisan dr. Frans Michael Oscar Marpaung yang ada dalam laman keslan.kemkes.go.id ada beberapa manfaat buah delima untuk kesehatan kardiovaskular. Pertama buah delima adalah sumber antioksidan yang tinggi terutama polifenol seperti punicalagin dan antosianin. Senyawa ini membantu menetralkan radikal bebas yang dapat merusak dinding arteri dan memicu peradangan. Adanya kandungan berdampak positif bagi jantung yaitu mengurangi stres oksidatif pada sel-sel pembuluh darah, mencegah kerusakan arteri yang menjadi awal penyakit jantung, mendukung daya tahan tubuh dan kesehatan kulit. Selain itu mengurangi risiko penyakit degeneratif seperti diabetes dan kanker. Dengan konsumsi rutin, delima memberikan perlindungan menyeluruh pada sistem kardiovaskular sekaligus meningkatkan kesehatan umum.
Kedua buah delima dapat membantu menurunkan tekanan darah. Berbagai studi menunjukkan bahwa jus delima dapat menurunkan tekanan darah, baik sistolik maupun diastolik. Hal ini disebabkan oleh kandungan nitrat alami dan punicalagin yang memperbaiki elastisitas pembuluh darah. Adapun cara kerja pada sistem vaskular adalaha melebarkan pembuluh darah (vasodilatasi), menurunkan peradangan pada dinding arteri, meningkatkan produksi oksida nitrat yang membantu mengatur tekanan darah. Inilah yang menjadikan delima pilihan alami yang menjanjikan bagi penderita hipertensi.
Ketiga buah delima dapat mengurangi kolesterol LDL dan meningkatkan kolesterol HDL . Kolesterol tinggi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit jantung. Delima terbukti membantu menghambat penyerapan kolesterol di usus dan mengatur aktivitas enzim HMG-CoA reductase—enzim penting dalam produksi kolesterol. Adapun manfaat bagi profil lipid tubuh adalah menurunkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat kemudian ,eningkatkan HDL atau kolesterol baik.
Selanjutnya buah delima dapat bermanfaat untuk menurunkan risiko pembekuan darah yang Memicu serangan jantung atau stroke. Seperti kita ketahui pembekuan darah yang berlebihan dapat menyumbat aliran darah menuju jantung atau otak. Senyawa antikoagulan dan antiinflamasi dalam delima membantu menghambat agregasi trombosit yang memicu bekuan darah.
Berdasarkan berbagai studi, delima dapat dianggap sebagai makanan yang mendukung kesehatan jantung secara komprehensif. Meski memiliki banyak manfaat, konsumsi delima tetap harus menjadi bagian dari pola makan seimbang, aktivitas fisik yang cukup, dan kebiasaan hidup sehat lainnya. Konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap disarankan, terutama bagi individu yang menjalani terapi medis tertentu atau sedang mempertimbangkan konsumsi delima dalam bentuk suplemen. Menghadirkan delima dalam menu harian—baik sebagai buah segar, jus, maupun campuran salad—dapat menjadi langkah sederhana namun signifikan untuk menjaga kesehatan kardiovaskular.
Penulis: Nurul Huda