Darurat Banjir, Emak-emak di Sidoarjo Senam di Genangan Air
Belasan emak-emak di Sidoarjo memanfaatkan banjir dengan cara berbeda, mereka melakukan senam di genangan banjir yang mengepung Desa Sumorame, Kecamatan Candi, Sidoarjo.
Aksi tersebut juga merupakan bentuk protes kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, karena banjir yang mengepung wilayahnya tak kunjung surut, padahal sudah 5 hari terendam, debit air malah semakin tinggi.
Ketua RT 2, RW 17, Desa Sumorame, Lenny mengatakan, inilah ini yang disebut protes tanpa stres. Meski melakukan aksi protes, namun harus tetap menjaga kesehatan dan tidak stres terutama saat ramadan.
“Harus tetap tenang meskipun sudah 5 hari dikepung banjir, dan tidak stres apalagi ini di Bulan Ramadan,”ucap Lenny, Sabtu 1 Maret 2025.
Lenny melanjutkan, banjir yang mengepung selama lima hari sangat mengganggu aktivitas. Ketinggian debit air mencapai 50 sentimeter. “Ada beberapa warga yang mengungsi karena kamar mandi nya tidak berfungsi akibat banjir,” imbuhnya.
Selain itu, warga juga mengeluhkan tumpukan sampah yang tak kunjung di pungut oleh petugas kebersihan setempat. “Sampah juga tak kunjung diambil, jadi penuh tempat sampahnya,” kata Lenny.
Hal serupa juga dikatakan Agustin, warga setempat. Banjir yang terjadi di desanya ini bukan hanya dikarenakan hujan deras yang terjadi sejak beberapa hari kemarin, namun juga dikarenakan sungai yang meluap tak mampu menampung debit air.
“Sudah 5 hari sampai sekarang malah makin naik airnya, mengganggu sekali. Untung anak-anak libur sekolah. Terus kita sedih tidak ada solusi sampai saat ini tapi kita tidak mau stres,” pungkasnya.
Advertisement