Dari Sinilah Dua Anak Jenderal Akhirnya Menikah
Surabaya : Dua Jenderal polisi Komjen Pol Budi Waseso (Buwas) dan Jenderal Pol Budi Gunawan dipertemukan dalam ikatan keluarga setelah kedua anak mereka mengucap janji suci pernikahan, tepat di hari raya Kurban, Jumat 1 Agustus 2017.
Kini Nindya Nur Prasasti putri Buwas resmi dinikahi Herviano Widyatama anak Budi Gunawan. Bagaimana awal kisah cinta mereka?
Saat akad nikah di kawasan Bulungan Jakarta Selatan, seorang kerabat mengungkapkan jika kisah pertemuan mereka berasal dari pertemuan tak sengaja di sebuah acara kepolisian.
Ketika acara di Bogor para jenderal termasuk dua jenderal ini mengajak keluarga mereka. Budi Gunawan membawa serta putranya dan Budi Waseso membawa Nindy ke acara tersebut hingga keduanya berkenalan dan menjalin hubungan ke taraf yang lebih serius.
"Saya kurang ingat, itu soalnya beberapa tahun lalu, dua atau tiga tahun lalu. Terus kenalan berdua di sana. Terus alhamdulillah bisa sampai sekarang," kata wanita muda yang enggan menyebut namanya itu.
Seluruh keluarga, kata wanita yang mengenakan kebaya berwarna emas itu, turut bahagia atas pernikahan Nindy dengan Vino, terlebih Vino dikenal cukup dekat dengan keluarga Buwas.
Apakah kisah cinta mereka ini ada campur tangan orangtuanya? Benarkah jalinan asmara mereka sengaja diciptakan dalam ikatan perjodohan?
Menjawab pertanyaan itu, Budi Waseso yang saat ini menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) mengatakan dia sama sekali tidak menjodohkan anaknya dengan anak Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) tersebut.
Pertemuan keduanya berlangsung begitu saja. Hingga akhirnya kedua muda mudi yang berprofesi sebagai dokter gigi dan vokalis itu pun sepakat hidup bersama dalam ikatan pernikahan.
Keduanya-pun lantas melangsungkan akad nikah di Assembly Hall Birawa Hotel Bidakara Jakarta, Sabtu 2 Agustus 2017.
"Jodoh anak saya itu Tuhan yang menentukan. Kata siapa dijodohkan, enak saja. Masa jaman modern kok dijodohkan," kata Budi Waseso sembari tertawa.
Budi Waseso dalam kesempatan itu juga berpesan agar putrinya dan putra Budi Gunawan bisa saling menerima dan melengkapi kelebihan serta kekurangan masing-masing, senantiasa asah, asih, asuh dalam berkeluarga. (wah)