Dari Qatar Presiden Prabowo Subianto Langsung Meninjau Banjir Di Bali
Presiden Indonesia Prabowo Subianto langsung meninjau lokasi banjir di Bali pada Sabtu, 13 September 2025. Kunjungan ini dilakukan setibanya di tanah air setelah melakukan kunjungan ke Qatar pada Jumat, 12 September 2025.
Mengutip siaran langsung kanal YouTube Sekretariat Presiden, pesawat kepresidenan RI mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sekitar pukul 11.15 WIB. Prabowo turun dari pesawat sekitar pukul 11.28 WIB.
Prabowo tampak mengenakan baju krem, celana gelap, dan dilengkapi topi biru. Usai turun dari pesawat, dia disambut Gubernur Bali I Wayan Koster, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto dan Kapolda Bali Irjen Daniel Adityajaya.
Kunjungan Prabowo ke Bali dilakukan usai dia melawat ke Qatar dan bertemu Emir Syekh Tamim bin Hamad Al Thani di Doha pada hari Jumat.
Dalam kunjungan ini, Prabowo menyampaikan pandangannya terkait serangan Israel ke Doha pada awal pekan lalu. Ia menegaskan Indonesia mendukung Qatar dan menekankan pentingnya solidaritas internasional dalam menanggapi serangan Negeri Zionis.
Setelah dari Qatar, Prabowo langsung terbang ke Bali. Pulau Dewata ini belakangan menjadi sorotan karena banjir di sejumlah wilayah. Bencana itu juga telah menyebabkan belasan orang tewas.
Prabowo sebelumnya juga sempat menelepon Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk segera menangani banjir di Bali.
Dalam unggahan Sekretaris Kabinet di Instagram pada Rabu, 10 September 2025, disampaikan Presiden Prabowo telah meluluskan kepala Badan Nasional BNPB dan instansi terkait lainnya untuk segera bertindak cepat di lokasi bencana.
Saat ini kondisi banjir di sebagian besar wilayah sudah surut. Fokus utama tim sekarang yakni mencari korban hilang, membersihkan material banjir, penyedotan genangan air salah satunya di basemen Pasar Badung.
Bencana hidrometeorologi basah itu terjadi setelah Bali diguyur hujan berintensitas deras yang diperparah oleh adanya gangguan gelombang ekuatorial Rossby lebih dari 24 jam sejak Selasa 9 September 2025 pagi, sebagaimana dilaporkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Tim reaksi cepat BPBD Provinsi Bali mencatat ada lebih dari 120 titik terdampak banjir. Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir di sejumlah wilayah Bali terus bertambah. Per siang ini, korban tewas menjadi 18 orang.
"Bencana ini menimbulkan duka mendalam dengan 18 orang meninggal dunia, dua orang masih dalam pencarian," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Jumat, 12 September 2025.
BNPB juga menyampaikan sebanyak 659 jiwa terdampak dan 185 jiwa mengungsi. Basarnas masih melakukan pencarian terhadap korban hilang.
Advertisement