Daftar Tunggu Haji Mencapai 5,6 Juta Orang, Masa Tunggu 26 Tahun Umrah Jadi Alternatif
Calon jemaah haji Indonesia yang masuk daftar tunggu, saat ini mencapai 5,6 juta orang.Sedang kuota haji Indonesia ditetapkan sebanyak 203.320 orang.
Dengan demikian mereka baru bisa berangkat haji setelah menunggu selama 26,4 tahun.
Data tersebut disampaikan Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah (KemenhajHasan Afandi, dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan Petugas Haji 1447 H/2026 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, dikutip Jumat 23 Januari 2026.
“Waiting list (haji) Indonesia itu 5,6 juta, yaitu 5.691.000,” ujar Hasan.
Hasan menjelaskan, panjangnya antrean tidak terlepas dari tingginya minat masyarakat untuk mendaftar haji. Hingga 2026, lebih dari lima juta warga telah masuk dalam daftar tunggu dan menanti panggilan berangkat ke Arab Saudi.
Alokasikan Kuota khusus Bagi Lansia
Dari total antrean tersebut, sebanyak 677.000 calon jemaah merupakan lanjut usia (lansia), yakni mereka yang saat ini berusia minimal 65 tahun.
Pemerintah setiap tahun menyiapkan kuota khusus bagi jemaah lansia agar mereka dapat berangkat lebih awal. Dalam skema ini, prioritas diberikan kepada lansia yang telah lama mengantre, dengan pengurutan berdasarkan usia tertua.
Namun, Hasan menegaskan, lansia yang baru mendaftar haji tidak otomatis masuk dalam kuota khusus. Mereka tetap harus menunggu minimal lima tahun setelah pendaftaran untuk kemudian masuk dalam antrean.
Kuota Haji 2026 dan Pembagiannya
Pada 2026, kuota haji Indonesia ditetapkan sebanyak 203.320 jemaah. Dari jumlah tersebut, kuota khusus lansia mencapai 10.166 jemaah.
Selain itu, terdapat 191.419 jemaah lansia yang berangkat melalui kuota reguler. Mereka adalah calon jemaah yang telah mengantre cukup lama sehingga memperoleh giliran berangkat tanpa melalui kuota khusus.
Hasan juga mengungkap adanya perubahan kebijakan dalam penghitungan kuota haji 2026. Pemerintah tidak lagi menggunakan proporsi jumlah penduduk muslim sebagai dasar pembagian kuota antarprovinsi.
“Kebijakan haji tahun ini, kuota tidak lagi dihitung berdasarkan proporsi penduduk muslim. Tetapi berdasarkan banyaknya waiting list suatu provinsi,” ujar Hasan.
Perubahan tersebut diharapkan dapat menyesuaikan distribusi kuota dengan kondisi riil antrean haji di masing-masing daerah.
Ibadah Umrah Menjadi Pilihan
Lamanya menunggu berangkat haji, ibadah umrah menjadi alternatif. Karena dalam ibadah umrah ini tidak ada pembatasan kuota, dan bisa dilakukan kapan sajha. Sedang ibadah haji hanya sekali dalam setahun dan sudah ditetapkan waktunya.
Ketua Yayasan Assyifa, Kebun Jeruk Jakarta Teguh Widada, yang juga membuka layanan umrah mengatakan, umat muslim yang nelaksanakan umrah dari tahun ke tahun jumlahnya terus meningat.
Jumlah jemaah umrah Indonesia sangat banyak dan terus meningkat, dengan data hingga Maret 2025 mencapai 547.122 jemaah hanya dalam kuartal pertama, dan total tahun 2024 hampir 2 juta orang, menjadikannya salah satu negara pengirim jemaah umrah terbesar di dunia,
Kuartal I 2025 (Januari-Maret): 547.122 jemaahTahun 2024 (hingga September): Hampir 2 juta jemaah.
Peningkatan signifikan: angka jemaah umrah Indonesia terus naik dari tahun ke tahun, terutama setelah pandemi COVID-19.
Indonesia selalu menjadi salah satu (atau bahkan yang terbesar) pengirim jemaah umrah karena jumlah penduduk Muslimnya yang besar. Sedang jumlalah jemaah umrah seluruh dunia tahun 2025 sangat tinggi,
Otoritas Umum untuk Statistik (GASTAT) Arab Saudi pada kuartal kedua (April-Juni) 2025, mencapai lebih dari 5,4 juta jemaah
Teguh mengatakan, meningkatnya jumlah jemaah umrah ini setelah Arab Saudi menyederhanakan syarat administrasi bagi jemaah umrah. Sehingga jemaah bisa berangkatbsetiap saat.
Teguh mengambil contoh layan umrah Assyifa yang dikelolanya. Pertama hanya diikutiv 5 orang sekarang lebih dari 75 orang.
"Alhamdulillah saya bisa memberangkatkan guru ngaji di yayasan Assyifa bergantian secara gratis," kata Teguh Widada
Advertisement