Cuaca Ekstrem Diprediksi Landa Jatim di Awal Tahun 2026
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda memprediksi cuaca ekstrem masih akan terjadi di Jawa Timur periode 1 - 10 Januari 2025.
Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan menjelaskan, potensi cuaca ekstrem ini karena Jatim masih dalam puncak musim hujan. Hal ini didukung dinamika cuaca dampak aktifnya monsun Asia, kemudian adanya gangguan gelombang atmosfer Low Frequency dan Madden Julien Oscillation (MJO) yang akan melintasi wilayah Jawa Timur.
"Kondisi ini didukung pula oleh suhu muka laut perairan Selat Madura yang masih cukup signifikan, serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat," kata Taufiq dalam keterangan tertulis yang diterima, 1 Januari 2025.
Dampaknya, Taufiq mengatakan, potensi terjadinya cuaca ekstrem cukup besar. Antara lain angin kencang dan petir yang dapat menyebabkan munculnya bencana hidromeeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga angin puting beliung.
Karena itu, ia mengimbau kepada pemerintah dan masyarakat untuk sama-sama mewaspadai dampak terjadinya bencana hidrometeorologi. Termasuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG.
Sementara itu, Gatot Soebroto selaku Kalaksa BPBD Jatim mengatakan, pihaknya sebelum ini telah rutin menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC).
Kegiatan ini rencananya akan kembali dilakukan pasca tahun baru mengingat ancaman curah hujan yang dapat menyerupai hujan di kawasan Sumatera beberapa waktu lalu.
“Kegiatan ini tujuannya untuk mengurangi potensi terjadinya bencana hidrometeorologi yang diakibatkan cuaca ekstrem, seperti, banjir, banjir bandang, longsor dan angin puting beliung,” kata Gatot.
Advertisement