Bustoz Perawani Gawang Barito Putera, Persela Lamongan Menang 0-1
Persela Lamongan sukses di dua laga tour Kalimantan. Setelah melumat habis Persiba Balikpapan dengan skor telak 0-3, giliran PS Barito Putera yang dijadikan tumbal. Dikalahkan dengan skor tipis 0-1.
Dua kemenangan dua laga tour Kalimantan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi tim Persela. Terutama saat mengalahkan Barito Putera, di Stadion Demang Lehman, Martapura, Kalimantan Selatan, Sabtu 18 Oktober 2025.
Sekalipun hanya menang tipis 0-1, gol semata wayang hasil sepakan Jonathan Bustoz pada menit 62 itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi tim Laskar Joko Tingkir.
Bagaimana tidak? Gol Bustoz menandai keperawanan gawang Barito Putera menjadi terkoyak di laga Championship 2025 yang sudah memasuki laga pekan ke enam Championship 2025.
Otomatis, lewat gol tendangan jarak jauh Bustoz itu, rekor Barito Putera yang tidak terkalahkan akhirnya tumbang juga. Tidak heran, ketika usai pertandingan babak II kebanyakan pemain Laskar Antasari tampak lunglai dan sangat menyesali kekalahan itu.
Kekalahan itu ternyata juga berdampak pada klasemen sementara Championship 2025. Barito Putera sejak laga sepak kasta dua nasional digelar, berada di puncak klasemen.
Karena dikalahkan Persela, kini merosot satu tingkat digeser Sleman, Yogjakarta, meski sama-sama mengantungi 15 poin.
Sementara Persela naik di peringkat empat dengan poin 10, satu strip dibawah Deltras FC Sidoarjo yang sudah memiliki 12 poin.
Karteker Persela Lamongan, Ragil Sudirman, mengaku sangat bersyukur dengan kemenangan ini. Ia juga mengapresiasi pemain yang sudah bekerja keras dan disiplin sesuai instruksi selama pertandingan.
"Alhamdulillah. Kita sangat bersyukur dengan kemenangan ini. Semoga tren positif ini terus berpihak kepada kita demi perbaikan peringkat klasemen," katanya, saat dihubungi ngopibareng.id, Sabtu 17 Oktober 2025, malam.
Ragil tidak lupa mengucapkan terima kasih atas doa masyarakat Lamongan selama ini. Termasuk kepada warga Lamongan yang ada di Kalimantan, yang juga sudah memberikan support mental.
"Terima kasih atas jamuan makan kepada tim. Setidaknya hal itu juga menambah semangat pemain, "imbuhnya.
Sementara Asisten Pelatih Barito Putera,Isnan Ali, mengaku kecewa karena kekalahan ini tidak diharapkan. Melihat jalannya pertandingan, tim asuhannya terbawa arus permainan tim tamu Persela yabg memeragakan permainan bertahan dan cenderung lamban.
"Pada babak ke dua kami sudah berubah dan lebih banyak mendapatkan peluang. Tapi, kita tetap tidak bisa mencetak gol. Itulah sepak bola dan kami tetap akan melakukan evaluasi," ujarnya.
Secara umum, tim tuan rumah cenderung lebih menguasai pertandingan. Terutama di babak II, tim asuhan berkostum kuning-kuning itu lebih tiga kali memiliki peluang emas untuk mencetak gol.
Tetapi, berkat kepiawaian penjaga gawang Persela Mario Londok, semua peluang itu tidak satu pun mampu membuahkan gol.
Padahal, Persela bermain hanya 10 orang. Seorang pemainnya, Esteban Vizcara diganjar kartu merah oleh wasit karena memukul pemain lawan.
Persisnya, saat pemain naturalisasi asal Argentina itu hendak digantikan Hendro Siswanto. Saat berjalan keluar lapangan ia didorong pemain lawan. Tetapi dia reflek mengayunkan tangan ke belakang hingga mengenai wajah pemain Barito Putera.
Hendro Siswanto pun tidak jadi melakukan pergantian. Hanya, beberapa saat kemudian dia tetap masuk lapangan untuk mengganti Beto Goncalves. Pertandingan usai skor tetap 0-1 untuk Persela