Bupati Jember Apresiasi Direksi BUMD yang Mengundurkan Diri
Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa proses transisi kepemimpinan di Kabupaten Jember, khususnya di lingkungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), berlangsung secara halus, profesional, dan penuh etika. Hal itu ditandai dengan keputusan jajaran direksi BUMD yang memilih mengundurkan diri secara terhormat, bukan karena diberhentikan.
Gus Fawait menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember tidak mengambil langkah pemberhentian mendadak terhadap direksi BUMD pasca pergantian kepala daerah. Berbeda dengan praktik di sejumlah daerah lain, Pemkab Jember justru memberikan kesempatan kepada para direksi untuk melanjutkan karier hingga tuntas berdasarkan evaluasi kinerja yang objektif.
“Di banyak daerah, begitu kepala daerah berganti, dalam hitungan hari atau minggu direksi BUMD langsung diberhentikan. Di Jember tidak seperti itu. Kami memberi ruang dan kesempatan sampai ada penilaian yang baik,” katanya, Rabu, 07 Januari 2026.
Namun demikian, dalam proses tersebut, jajaran direksi Perumdam Tirta Pandalungan dan Perumda Perkebunan Kahyangan Jember memilih untuk mengundurkan diri. Gus Fawait menilai keputusan itu sebagai sikap yang patut dihormati dan mencerminkan kedewasaan dalam tata kelola pemerintahan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jember, saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran direksi PDAM dan PDP. Mereka bukan diberhentikan, tetapi mengundurkan diri dengan penuh tanggung jawab setelah memberikan pengabdian terbaik bagi Kabupaten Jember,” tegasnya.
Gus Fawait juga menepis anggapan adanya tindakan keras atau sikap kasar dalam proses pergantian kepemimpinan BUMD. Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan dilakukan secara smooth, tanpa tekanan, dan dilandasi rasa saling menghormati.
“Kalau ada yang mengatakan ini kasar, kasarnya di mana? Tidak ada yang kasar sedikit pun. Ini sangat smooth, bahkan penuh rasa saling menghargai. Kami justru memberikan penghormatan yang luar biasa kepada jajaran direksi,” pungkasnya
Diketahui pelaksanaan serah terima jabatan Direktur Utama dua BUMD strategis Kabupaten Jember, yakni Perumda Perkebunan Kahyangan Jember dan Perumdam Tirta Pandalungan, yang digelar pada Selasa, 06 Januari 2026.
Dalam serah terima jabatan tersebut, Direktur Utama Perumda Perkebunan Kahyangan Jember resmi diserahterimakan dari Sofyan Sauri, kepada Pelaksana Tugas Direktur Utama Danang Andriasmara. Sementara itu, jabatan Direktur Utama Perumdam Tirta Pandalungan diserahterimakan dari Miftahur Ridho, kepada Pelaksana Tugas Direktur Utama Regar Jeane Dealen Nangka.
Kegiatan tersebut disaksikan langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman. Dalam arahannya, Helmi menekankan pentingnya kesinambungan kinerja, pencapaian target, serta penguatan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama pengelolaan BUMD.
Ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran direksi sebelumnya yang telah membawa perusahaan daerah berada pada kategori sehat dan sangat sehat. Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting bagi kepemimpinan selanjutnya untuk melangkah lebih jauh dalam menjawab tantangan ke depan.
“Ke depan yang paling penting adalah capaian target. Tantangan kita tidak ringan, bahkan sangat berat. Karena itu langkah harus cepat, tepat, dan presisi,” ujarnya.
Helmi juga menekankan bahwa masa transisi kepemimpinan yang relatif singkat harus dimanfaatkan secara optimal untuk konsolidasi internal, pemetaan arah kebijakan, serta penguatan organisasi. Kecepatan membaca situasi dan ketepatan mengambil keputusan dinilai menjadi kunci keberhasilan BUMD di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi.
Selain itu, ia memberikan perhatian khusus pada pentingnya memuliakan sumber daya manusia dalam pengelolaan perusahaan daerah. Menurutnya, secanggih apa pun sarana dan prasarana yang dimiliki, tidak akan berarti tanpa sumber daya manusia yang dikelola dengan baik.
“Alat itu tidak akan ada artinya kalau tidak ada manusianya. Yang paling utama adalah manusianya harus dimanusiakan,” pungkasnya.
📊 Kinerja Perumdam Tirta Pandalungan
📅 Data Kinerja Tahun Buku 2022–2023
Berdasarkan laporan evaluasi yang dipublikasikan (mis. dari Perpamsi):
Total nilai kinerja tahun buku 2022: 3,41 (Skala penilaian 1–5) → Status: Sehat. (perpamsi.or.id)
Evaluasi kinerja tahun buku 2023: 3,7 → Status: Sehat. (perpamsi.or.id)
Tingkat Non-Revenue Water (NRW): sekitar 20,78% (air yang hilang di sistem). (perpamsi.or.id)
Efisiensi penagihan: sekitar 81,52%. (perpamsi.or.id)
📌 Evaluasi kinerja ini biasanya mengikuti standard Perpamsi/Kementerian PUPR yang menilai dari aspek pelayanan, keuangan, operasional, dan administratif. (perpamsi.or.id)
💧 Capaian Pengembangan & Struktur
Profil perusahaan (sekilas):
Jumlah pelanggan: sekitar 44.000–56.000 SR (pelanggan rumah tangga) tergantung laporan tahunan dan periode evaluasi. (perpamsi.or.id)
Cakupan pelayanan: sekitar 21,31% dari total wilayah/penduduk Kabupaten Jember. (perpamsi.or.id)
Jumlah pegawai: ± 175 orang. (perpamsi.or.id)
Tarif rata-rata: sekitar Rp7.067/m³ dengan HPP dasar sekitar Rp5.233/m³. (perpamsi.or.id)
Artinya, saat ini masih ada ruang untuk ekspansi layanan & efisiensi operasional agar cakupan air bersih dapat melayani lebih banyak warga Jember secara merata. (perpamsi.or.id)
📈 Perubahan Peringkat Kinerja Regional
Menurut pernyataan manajemen dan pemberitaan lokal:
Pada 2022, peringkat 21 dari 38 PDAM di Jawa Timur.
2023, naik ke 16.
Selanjutnya di 2024, telah mencapai peringkat ke-7 di Jawa Timur.
Ini menunjukkan tren perbaikan kinerja jika dilihat pada skala provinsi.
📊 Kinerja Keuangan & Kontribusi PAD
Laba bersih & kontribusi kepada APBD/Jember:
2021: laba sekitar Rp2,1 miliar.
2022: meningkat menjadi ± Rp4,3 miliar.
2023: sekitar Rp7,6 miliar. (perpamsi.or.id)
Kontribusi PAD Kabupaten Jember juga meningkat (sekitar Rp1,5–1,7 miliar).
📌 Penilaian Akademik Kinerja (Studi Independen)
Dalam penelitian akademik menggunakan metode Balanced Scorecard:
Perumdam Tirta Pandalungan dinilai dengan skor 77,08 yang termasuk dalam kategori “sangat sehat” (A) menurut studi tersebut.
Catatan: ini hasil penelitian yang menggunakan metodologi berbeda, jadi bisa jadi lebih optimistik daripada standar penilaian regulator/perpamsi. (OAJ Politeknik Jember)
📉 Tantangan dan Catatan Lainnya
Tingkat layanan masih rendah di beberapa area karena ketersediaan sumber air baku belum merata.
Ada keluhan pelanggan terkait kualitas air dan distribusi di beberapa lokasi.
📌Kinerja Perumda Perkebunan Kahyangan Jember
Profil & Struktur Perusahaan
Perumda Perkebunan Kahyangan Jember adalah BUMD yang bergerak dalam sektor perkebunan dan agrobisnis, dengan komoditas utama karet, kopi, dan cengkeh, serta pengembangan agrowisata dan produk turunannya. Luas areal HGU mencapai ±3.800 ha terbagi di beberapa unit kebun.
Visi perusahaan menekankan pada tata kelola yang baik (good corporate governance), peningkatan potensi daerah, kontribusi terhadap PAD, dan kesejahteraan masyarakat.
📊 Kinerja Keuangan & Kontribusi pada PAD
✔️ Kontribusi PAD belum optimal: DPRD Jember menyoroti bahwa penyertaan modal yang diberikan ke Perumda (sebesar sebagian dari rencana total) harapannya dapat mendorong kontribusi perusahaan terhadap PAD daerah, namun realisasinya belum maksimal.
❗ Ada juga catatan dari berita arus sebelumnya (tahun-tahun lalu) yang menunjukkan Perumda pernah tidak mampu menyetorkan PAD karena kondisi keuangan yang berat, dengan indikasi biaya operasional lebih tinggi daripada pendapatan dari komoditas.
➡️ Itu menunjukkan tantangan struktural dalam profitabilitas dan kontribusi fiskal yang sampai sekarang masih menjadi perhatian pembuat kebijakan.
Advertisement