BI Jember Siapkan Rp2,22 Triliun Uang Tunai, Penukaran Melalui Aplikasi Pintar
Kantor Perwakilan wilayah Bank Indonesia Jember menyiapkan uang tunai sebesar Rp2,2 triliun untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang pada bulan Ramada tahun ini. Seperti tahun-tahun sebelumnya, masyarakat yang ingin menukarkan uang harus mendaftar melalui aplikasi Pintar.
Kepala KPwBI Jember, Gunawan mengatakan uang tunai Rp2,2 triliun yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat merupakan hasil kerja sama BI Jember dengan perbankan yang ada di wilayah kerja BI Jember, mulai Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang.
Pada Ramadan tahun ini, BI Jember telah mengatur strategi penukaran uang di loket perbankan. Jumlah titik layanan penukaran di loket perbankan sebanyak 20 titik yang tersebar di wilayah Jember, Situbondo, Bondowoso, Lumajang dan Banyuwangi. Penukaran di loket bank mulai bisa dilayani pada 26 Maret 2025 mendatang.
Sedangkan untuk titik penukaran terpadu bersama perbankan akan digelar di Roxy Mall Jember, pada tanggal 19 Maret 2025.
Selain itu juga tersedia layanan kas keliling luar kota menjelang Idul Fitri 1446 Hyang direncanakan akan dilaksanakan 1 kali.
Masyarakat yang akan melakukan penukaran melalui layanan yang disediakan oleh KPWBI Jember dapat melakukan pemesanan melalui aplikasi PINTAR pada alamat https://pintar bi.go.id.
Lebih jauh Gunawan mengajak masyarakat yang hendak menukarkan uang agar memanfaatkan transaksi non tunai, salah satunya melalui QRIS. Hal tersebut sekaligus untuk memperluas kepesertaan BI-FAST termasuk kanal layanan masyarakat, serta mendorong Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) guna menghadapi peningkatan transaksi di bulan Ramadan dan Idul Fitri 1446 H.
Gunawan juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai peredaran uang palsu pada bulan Ramadan. Masyarakat diminta selalu menerapkan 3D (dilihat, diraba dan diterawang), dan merawat Rupiah yang dimiliki.
"Kami juga mengajak masyarakat semakin mencintai, banggar, dan paham rupiah. Masyarakat harus mencermati uang yang dimilikinya dan merawatnya. Jangan dilipat, dicoret, diremas, distapler, dibasahi. Masyarakat juga kami imbau membelanjakan uang yang dimiliki sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan," pungkasnya.
Advertisement