DPRD Trenggalek Kunjungi DPMPTSP Kota Kediri untuk Pelajari Inovasi Pelayanan Perizinan Terpadu
Dalam rangka meningkatkan tata kelola dan inovasi pelayanan perizinan terpadu satu pintu, DPRD Kabupaten Trenggalek melakukan kunjungan kerja ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kediri.
Rombongan yang dipimpin oleh Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Trenggalek, Husni Tahir Hamid, beserta anggota dan jajaran, disambut langsung oleh Kepala DPMPTSP Kota Kediri, Edi Darmasto.
DPMPTSP Kota Kediri Paparkan Strategi dan Inovasi Pelayanan
Dalam pertemuan tersebut, Edi Darmasto memaparkan berbagai inovasi, perencanaan kinerja, serta capaian prestasi DPMPTSP Kota Kediri. Ia menjelaskan bahwa dalam memberikan pelayanan perizinan, DPMPTSP Kota Kediri berpegang pada prosedur dan standar pelayanan yang ketat, mulai dari penerimaan permohonan hingga penerbitan dokumen izin.
"Kami memanfaatkan teknologi informasi untuk mempermudah proses pelayanan, termasuk sistem informasi manajemen, portal perizinan online, dan aplikasi mobile. Selain itu, koordinasi antarunit kerja kami lakukan dengan efektif, khususnya untuk layanan yang melibatkan beberapa instansi," terang Edi.
Dengan upaya ini, pada tahun 2024 DPMPTSP Kota Kediri berhasil meraih peringkat ke-3 sebagai OPD terbaik berdasarkan Indeks Kepuasan Masyarakat di lingkungan Pemerintah Kota Kediri. Tidak hanya itu, DPMPTSP juga mendapatkan rating Google Review sangat baik, yakni 4,9 dari 400 ulasan pengguna.
Selain prestasi tersebut, DPMPTSP telah menerbitkan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebanyak 47.413, dengan mayoritas pemohon berasal dari sektor usaha seperti warung makan, perdagangan, laundry, dan kedai makanan.
"Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan prima yang ramah, cepat, mudah, transparan, dan akuntabel. Budaya kerja harmonis dan kolaboratif menjadi kunci keberhasilan kami," tambah Edi.
Harapan Kolaborasi dan Perbaikan Pelayanan Perizinan di Trenggalek
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Trenggalek, Husni Tahir Hamid, mengungkapkan tujuan kunjungannya adalah untuk memperluas pengetahuan serta mencari referensi pengembangan pelayanan perizinan di daerahnya.
"Banyak tantangan yang kami hadapi di DPMPTSP Trenggalek. Melalui kunjungan ini, kami ingin menemukan solusi dan inovasi agar pelayanan kami bisa lebih optimal, seperti di Kota Kediri," ujarnya.
Ia berharap hasil dari kunjungan kerja ini dapat segera diterapkan di Kabupaten Trenggalek untuk memperbaiki sistem pelayanan perizinan terpadu.
"Kami optimistis, dengan informasi dan pengalaman yang diperoleh di sini, pelayanan perizinan di Trenggalek akan semakin baik dan membawa manfaat luas bagi masyarakat," pungkasnya.
Advertisement