Banyuwangi Sukses Olah Sampah Plastik Jadi RDF, Bahan Bakar Alternatif Ramah Lingkungan
Banyuwangi berhasil mengolah sampah plastik menjadi energi baru yang ramah lingkungan berupa bahan bakar alternatif Refuse Derived Fuel (RDF). Puluhan ton RDF telah dikirim ke perusahaan produksi semen sebagai bahan bakar. RDF ini hasil dari pengolahan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Reduce Reuse Recycle (TPS3R) di Banyuwangi.
RDF merupakan bahan bakar alternatif yang dihasilkan dari olahan sampah non-organik seperti sampah plastik. Melalui proses pencacahan, pengeringan dan pemadatan, sampah diolah menjadi sumber energi baru.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, TPS3R di Banyuwangi telah berhasil mengolah limbah sampah plastik sisa pengolahan sampah menjadi RDF yang bernilai ekonomis.
“Ada sampah plastik yang bernilai ekonomis dan tidak. Yang tidak ini biasanya menjadi limbah. Limbah inilah yang kemudian diubah menjadi RDF di TPS 3R Banyuwangi,” jelanya, Sabtu, 11 November 2025.
Ipuk mengatakan, Pemkab Banyuwangi berkomitmen mendorong pengolahan sampah di Banyuwangi dengan memperbanyak pendirian TPS3R. Kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari pembangunan yang ramah lingkungan.
Saat ini terdapat 26 TPS3R di Banyuwangi. Salah satunya, yakni TPS3R Tembokrejo di Kecamatan Muncar berhasil mendapatkan Plakat Adipura sebagai TPS3R terbaik Nasional dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
“Ini merupakan bentuk nyata penerapan prinsip ekonomi sirkular. Di mana limbah tidak lagi dibuang, tetapi diolah kembali menjadi produk bernilai guna. Langkah ini juga akan mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA)," katanya.
TPS3R yang telah sukses mengolah limbah sampah plastik menjadi RDF yakni TPS3R Balak di Kecamatan Songgon dan TPS3R Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar. Total RDF yang telah diproduksi dan dikirim ke industri oleh dua TPS 3R tersebut sebanyak 60 ton.
“Kami telah bekerja sama untuk bisa menyerap hasil RDF dari semua TPS3R di Banyuwangi. Ini akan menciptakan sistem yang berkelanjutan dan mendorong TPS3R untuk terus berproduksi,” terangnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dwi Handayani, total RDF yang dihasilkan Banyuwangi sebanyak 60 ton. Rinciannya TPS3R Balak, Kecamatan Songgon sebanyak 20 ton, sedangkan TPS3R Tembokrejo, Muncar sebanyak 40 ton.
Industri yang menjadi tujuan pengiriman RDF adalah PT. Solusi Bangun Indonesia (SBI), perusahaan semen yang mengembangkan konsep co-processing yakni pemanfaatan limbah sebagai bahan bakar pengganti batu bara di proses produksi semen.
RDF yang dikirim Banyuwangi telah memenuhi sejumlah kriteria yang ditentukan. Di antaranya kandungaan nilai kalor, ukuran dan bentuk, kandungan air, sulfur dan klorin.
"Kami kirim ke SBI pada bulan Oktober 2025 lalu,” ujarnya.
Advertisement