Banyuwangi Masih Kaji Kebijakan WFH, Bupati: Jadi Opsi Terakhir
Pemkab Banyuwangi belum memutuskan untuk menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Pemkab masih melakukan kajian mendalam terkait penerapan WFH. Bahkan Bupati Banyuwangi menyebut WFH adalah opsi terakhir dengan tetap mengedepankan pelayanan publik.
"Masih kita bahas, apakah memungkinkan Banyuwangi menerapkan WFH," jelasnya, Kamis, 2 April 2026.
Dia menegaskan, Banyuwangi merupakan daerah yang luas. Namun lingkup kerjanya sudah dipetakan, baik tingkat kabupaten maupun tingkat kecamatan. Ipuk mengatakan, saat ini Pemkab Banyuwangi sedang mengevaluasi apakah memungkinkan banyuwangi menerapkan WFH.
"Saya rasa WFH menjadi pilihan terakhir bagi Banyuwangi," tegasnya.
Dia menyebut, di Banyuwangi pelayanan kepada masyarakat butuh kerja dan eksekusi cepat dan kehadiran langsung petugas dalam menangani berbagai persoalan masyarakat.
Oleh karena itu, efektivitas pelayanan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan kerja ASN. Pemkab Banyuwangi berupaya menyeimbangkan efisiensi kerja dengan kualitas pelayanan publik, sekaligus mendorong pola hidup sehat dan ramah lingkungan di kalangan aparatur.
Sebagai alternatif efisiensi energi, Ipuk justru mendorong ASN untuk membiasakan bersepeda ke kantor atau bike to work, atau run to work khususnya bagi ASN yang berdomisili dekat dengan tempat kerja.
“Kami mencoba bekerja ke kantor dengan sepeda dan ternyata cukup nyaman, terutama di wilayah perkotaan. Selain menghemat energi, juga menyehatkan,” kata Ipuk.
Dia meminta, gerakan bike to work diharapkan tidak hanya menjadi tren sesaat, tetapi dapat menjadi budaya baru di lingkungan ASN Banyuwangi.
"Ke depan ini perlu menjadi budaya, tidak hanya saat momen efisiensi energi, tetapi juga untuk membangun gaya hidup sehat di kalangan ASN." katanya.
Bersepeda ke tempat kerja juga akan meningkatkan interaksi sosial dengan masyarakat. Ipuk mencontohkan, dirinya bisa menyapa warga di sepanjang perjalanan menuju kantor.
"Dengan bersepeda, kita bisa menyapa warga. Ini juga menjadi bagian dari pendekatan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Advertisement