Alunan Karya-karya Ismail Marzuki di Jazz Traffic 2017
Surabaya: Pangung festival jazz musik tahunan, Jazz Traffic 2017 rupanya punya cara yang menarik untuk merayakan Kemerdekaan Indonesia.
Digelar mulai hari ini, Jum'at (18/8), di Grand City Convex, penonton langsung disuguhi sajian jazz oleh Korek Jazz ft Indro Hardjodikoro, dengan alunan instrumen Bagimu Negri.
Para jawara MLD Jazz Band Wanted '17; Just One, Equinox, dan Current Mood, juga tak mau ketinggalan. Mereka berkolaborasi dengan musisi pop seperti; Anji, Melly Mono, dan Fadly. Mereka berkolaborasi membawakan karya-karya Ismail Marzuki.
"Karena hari ini masih suasana kemerdekaan, jadi kami akan membawakan lagu karya Ismail Marzuki," tutur Anji.
Lalu lagu Aryanti milik Ismail Marzuki mengalun, diiringi suara merdu saksofon, petikan gitar dan bass lincah.
'Indonesia Pusaka', menjadi pamungkas panggung mereka malam itu, terpanjat pula harapan semoga masyarakat Indonesia terus mengenang karya-karya Ismail Marzuki.
"Semoga karya Ismail Marzuki akan selalu terkenang dihati rakyat Indonesia," tutup Anji disambut riuh tepuk tangan penonton.
"Merdeka!!!" teriak Fadli, menimpali.
Ismail Marzuki sendiri memulai debutnya di bidang musik pada usia 17 tahun, ketika untuk pertama kalinya ia berhasil mengarang lagu 'O Sarinah' pada tahun 1931. Ismail mempunyai kepribadian yang luhur di bidang seni. Tahun 1936, ia memasuki perkumpulan orkes musik Lief Java sebagai pemain gitar, saksofon dan harmonium pompa.
Lagu ciptaan karya Ismail Marzuki yang paling populer adalah Rayuan Pulau Kelapa. Ismail Marzuki mendapat anugerah penghormatan pada tahun 1968 dengan dibukanya Taman Ismail Marzuki sebuah taman dan pusat kebudayaan di Salemba, Jakarta Pusat. Pada tahun 2004 dia dinobatkan menjadi Pahlawan Nasional. (frd)