Aktivitas Merapi Meningkat, Guguran Lava Capai Jarak 2 Km
Gunung Api Merapi kembali mengalami aktivitas erupsi berupa guguran lava pijar dengan jarak luncur mencapai 2.000 meter. Guguran lava tersebut teramati meluncur ke arah Kali Krasak, berdasarkan laporan pemantauan terkini.
Gunung Merapi berada di wilayah Kabupaten dan Kota Sleman (DIY), serta Kabupaten Magelang, Boyolali, Klaten (Jawa Tengah). Secara geografis, Merapi terletak pada koordinat Latitude -7,542° dan Longitude 110,442° dengan ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Data di magma.esdm menyebutkan, kondisi visual gunung terpantau tertutup kabut dengan intensitas 0–III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca di sekitar Gunung Merapi berawan hingga mendung dengan arah angin tenang ke timur.
Petugas mencatat terjadi dua kali guguran lava yang mengarah ke Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter. Aktivitas ini menunjukkan suplai magma masih berlangsung di tubuh Gunung Merapi.
Kondisi Cuaca dan Lingkungan
Cuaca di kawasan Gunung Merapi dilaporkan berawan hingga mendung. Suhu udara berkisar antara 18,5 hingga 20 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan cukup tinggi yakni 91 hingga 95,7 persen. Sementara tekanan udara tercatat antara 874,3 hingga 917 mmHg.
Potensi Bahaya Gunung Merapi
Saat ini, potensi bahaya utama Gunung Merapi berupa guguran lava dan awan panas guguran (APG), terutama pada sektor selatan hingga barat daya. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga maksimal 7 kilometer.
Sementara pada sektor tenggara, potensi bahaya mencakup Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer. Selain itu, lontaran material vulkanik apabila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius hingga 3 kilometer dari puncak.
Imbauan kepada Masyarakat
Berdasarkan data pemantauan, suplai magma yang masih berlangsung berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran di dalam kawasan rawan bahaya. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam daerah potensi bahaya Gunung Merapi.
Masyarakat juga diminta mewaspadai ancaman lahar dan awan panas guguran, terutama saat terjadi hujan di sekitar lereng Merapi. Selain itu, warga di sekitar gunung diharapkan mengantisipasi kemungkinan gangguan akibat abu vulkanik dari aktivitas erupsi.
Pihak berwenang menegaskan bahwa apabila terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan, maka status dan tingkat aktivitas gunung api tersebut akan segera ditinjau kembali.
Advertisement