Agnez Mo Idap Alopecia Areata, Penyakit Apa?
Agnez Mo menyimpan kisah perjuangan melawan alopecia areata. Ia baru menyadari adanya masalah pada rambutnya, setelah hair stylist-nya di Amerika Serikat memberitahukan tentang bercak-bercak botak di kepalanya. Penyakit ini ternyata muncul akibat stres yang dialaminya, dan Agnez Mo tidak segan untuk berbagi pengalamannya.
Sebagai informasi, alopecia areata adalah penyakit autoimun yang dapat membuat rambut rontok dalam bentuk bercak-bercak, sering kali berbentuk bulat. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja.
Alopecia areata merupakan kondisi sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang folikel rambut. Hal ini menyebabkan kerontokan rambut yang dapat muncul dalam bercak-bercak, dan dalam kasus yang lebih parah, bisa menyebabkan kebotakan total.
Penyakit ini sering kali dimulai pada masa kanak-kanak, dan dapat memengaruhi siapa saja tanpa memandang usia.
Terapi
Agnez Mo menjalani beberapa perawatan untuk mengatasi alopecia areata. Ia melakukan terapi rambut dan baru dapat hasilnya sampai enam bulan. Agnez Mo baru pertama kali menceritakan perjuangannya selama 15 tahun ini, ketika hadir di acara podcast Deddy Corbuzier dan Vidi Aldiano.
Meskipun belum ada obat yang dapat menyembuhkan alopecia areata secara permanen, berbagai perawatan medis tersedia untuk membantu merangsang pertumbuhan rambut kembali. Perawatan tersebut antara lain kortikosteroid, imunoterapi topikal, dan yang tak kalah penting adalah manajemen stres.
Bermasalah Royalti
Stres adalah salah satu faktor utama yang dapat memicu alopecia areata. Agnez Mo mengungkapkan bahwa tekanan dalam karier dan kehidupan pribadinya berkontribusi pada kondisi ini.
Seperti diketahui, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dalam putusan perkara bernomor 92/PDT.SUS-HKI/CIPTA/2024/PN Niaga JKT.PST pada 30 Januari 2025 menyatakan Agnez Mo bersalah atas pelanggaran hak cipta. Hakim menyebut Agnez membawakan lagu Bilang Saja dalam tiga penampilan komersial tanpa izin dari penciptanya, Ari Bias.
Melalui unggahan Instagram Story pada Kamis, 13 Februari 2025, Agnez menegaskan posisinya dan menyebut akan terus memperjuangkan kebenaran.
"Berdiri teguh untuk memihak kebenaran yang sesungguhnya memang tidak pernah mudah. Tidak peduli seberapa tepat dan adilnya pendirian kita, akan selalu ada orang-orang yang memilih untuk menyalahpahami dan memelintir kata-kata, bahkan menyerang karakter kita—semua karena keserakahan dan kepentingan mereka pribadi," demikian tulisnya.
Advertisement