Spirit Rohingya di Dada Pemain Timnas Garuda Nusantara?
Yangon: Sepakbola dan tragedi rohingya di Myanmar memang tidak ada hubungannya. Namun, sepakbola tetap ikut terseret juga.
Lihat saja, Federasi sepakbola Krigistan sudah mengambil sikap menolak bertanding melawan Myanmar dalam kualifikasi Piala Asia sebagai bentuk protes terhadap tindakan pemerintah Myanmar terhadap etnis muslim rohingya.
Selain itu, akun instagram Federasi Sepakbola Myanmar yang menjadi tuan rumah Piala AFF U 19 juga diserang para Nitzen dari kawasan Asia Tenggara termasuk warga Indonesia. Foto Timnas Myanmar U 18 yang akan bertanding melawan Timnas Indonesia, petang nanti, dihajar berbagai komentar pedas terkait tragedi kemanusian di Myanmar itu.
Pemerintah maupun PSSI sebagai induk organisasi tertinggi sepakbola di Indonesia memang tidak se ekstrim Krigistan yang menolak bertanding melawan Myanmar. Namun, sprint Rohingya tampaknya sudah ada dalam dada pemain Timnas Indonesia.
Meski tidak berucap langsung, kapten Timnas Garuda Nusantara Rachmat Irianto sempat mengatakan akan berjanji meredam emosi rekan-rekannya saat bentrok melawan Myanmar dalam pertandingan yang disiarkan Live Indosiar mulai Pukul 18.00, nanti malam.
"Saya akan berusaha agar tidak emosi dan juga menjaga emosi teman-teman lainya. Kami akan bermain dengan hati dan kepala dingin, tidak mudah terprovokasi, " ucap putra legenda Persebaya, Bejo Sugiantoro ini.
Entah ada hubungannya atau tidak komentar kapten Timnas Indonesia ini dengan masalah Rohingya di Myanmar. Pastinya, pemain Indonesia tidak tuli apalagi buta terkait masalah yang menjadi sorotan dunia internasional ini.
Jika Timnas Indonesia menang, mungkin saja bisa membuat Myanmar sadar diri. Sadar, jika mereka bisa dibantai juga di kandangnya. Sadar, jika Myanmar bukan negara super kuat yang bisa melakukan apa saja. Segera tersadar dan menghentikan tindakan kejamnya, membantai etnis rohingya. Semoga.tom