Taliban Dulu Dipenjara, Sekarang Mengosongkan Penjara

Feature

Rabu, 15 September 2021 12:52 WIB

 Beberapa tahun lalu, penjara utama Kabul dipadati ribuan anggota Taliban yang ditangkap oleh pemerintah dan militer AS. Pada hari Senin, seorang komandan Taliban melakukan kunjungan ke penjara yang pernah dihuninya, yaitu Penjara Pul-e-Charkhi,. Dia berjalan melalui aula kosong dan blok selnya, menunjukkan kepada teman-temannya di mana dia pernah dipenjara.

Ini  adalah kunjungan dari tatanan baru yang tiba-tiba dan mengejutkan di Afghanistan, setelah secara cepat dan mengejutkan, tiba-tiba Taliban  jadi penguasa di Afghanistan. Persis sebulan lalu peristiwanya, ketika Taliban masuk ke Kota Kabul yang dalam keadaan kosong tanpa penguasa karena ditinggal lari presidennya.

Taliban sekarang menguasai dan mengelola Penjara Pul-e-Charkhi yang berada di pinggiran timur Kabul. Penjara Pul-e-Charkhi sekarang tidak berp[enghuni, karena begitu Taliban masuk Kabul 15 Agustus lalu, mereka segera  membebaskan semua narapidana di sana. Para penjaga dan sipir penjara melarikan diri tunggang langgang. Sekarang puluhan pejuang Taliban menjalankan fasilitas itu.

 

Komandan, yang menolak menyebutkan namanya, sedang melakukan kunjungan pribadi ke kompleks itu bersama sekelompok teman-temannya. Dia mengatakan dia telah ditangkap militer AS sekitar 10 tahun yang lalu di provinsi Kunar timur dan dibawa ke Pul-e-Charkhi, diikat dan ditutup matanya. Dia jadi penghuni penjara tanpa diadili lebih dahulu.

“Saya merasa sangat tidak enak ketika mengingat hari-hari itu,” katanya.

Dia mengatakan para tahanan mengalami pelecehan dan penyiksaan. Dia dipenjara selama sekitar 14 bulan sebelum dia dibebaskan. “Hari-hari itu adalah hari-hari tergelap dalam hidup saya, dan sekarang ini adalah saat paling membahagiakan bagi saya bahwa saya bebas dan datang ke sini tanpa rasa takut,” katanya seperti dikutip Al Jazeera.

Banyak warga Afghanistan serta pemerintah di seluruh dunia telah khawatir dengan perebutan kekuasaan Taliban yang cepat. Khawatir bahwa Taliban akan memberlakukan aturan yang keras dan serupa seperti yang mereka lakukan saat pertama kali berkuasa pada 1990-an.

Penjara Pul-e-Charkhi memiliki sejarah kekerasan, eksekusi massal, dan penyiksaan yang panjang dan mengganggu, dengan Taliban sebagai korban. Kuburan massal dan sel-sel penyiksaan ditemukan, berasal dari pemerintah yang pernah didukung Soviet pada akhir 1980-an, serta pemerintah yang didukung AS dan sekutunya, yang berakhir bulan lalu. 

Di bawah pemerintah yang didukung AS, Penjara Pul-e-Charkhi, dikenal karena kondisi yang buruk dan kepadatan penghuninya. Ada 11 blok selnya dibangun untuk menampung 5.000 narapidana, tetapi sering kali dipenuhi lebih dari 10.000, termasuk tahanan Taliban.

Tahanan Taliban sering mengeluhkan penganiayaan dan pemukulan, dan sering terjadi kerusuhan. Namun, mereka tetap mempertahankan sikap-sikap mereka terhadap kelompok mereka, Taliban. Beberapa orang dari Taliban yang sekarang bertugas menjaga Penjara Pul-e-Charkhi  adalah mantan narapidana. Para penjaga dan sipir pemerintah yang sebelumnya bertugas di penjara ini telah melarikan diri dan tidak berani kembali, takut akan adanya pembalasan dari Taliban.

  

Penjara Pul-e-Charkhi sebelumnya adalah penjara utama untuk menahan Taliban yang ditangkap polisi pemerintah dan militer AS. Kini penjara kosong. Dua anggota Taliban tambah sedang melihat kamar-kamar tempat mereka pernah ditahan.. (Foto: AP/Al Jazeera)
Penjara Pul-e-Charkhi sebelumnya adalah penjara utama untuk menahan Taliban yang ditangkap polisi pemerintah dan militer AS. Kini penjara kosong. Dua anggota Taliban tambah sedang melihat kamar-kamar tempat mereka pernah ditahan.. (Foto: AP/Al Jazeera)
Anggota Taliban mengunjungi  Penjara Pul-e-Charkhi  di pinggiran Kota Kabul, tempat dahulu mereka dipenjara dan disiksa tanpa melalui proses peradilan oleh pemerintah dukungan AS. (Foto: AP/Al Jazeera)
Anggota Taliban mengunjungi  Penjara Pul-e-Charkhi  di pinggiran Kota Kabul, tempat dahulu mereka dipenjara dan disiksa tanpa melalui proses peradilan oleh pemerintah dukungan AS. (Foto: AP/Al Jazeera)

Di bawah pemerintah yang didukung AS, Penjara Pul-e-Charkhi lebih dikenal karena kondisi yang buruk dan penuh sesak. Ada 11 blok selnya dibangun untuk menampung 5.000 narapidana, tetapi sering kali dipenuhi lebih dari 10.000 orang.Hari Senin lalu beberapa orang Taliban yang pernah menghuni mengunjungi penjara ini. (Foto: AP/Al Jazeera)
Di bawah pemerintah yang didukung AS, Penjara Pul-e-Charkhi lebih dikenal karena kondisi yang buruk dan penuh sesak. Ada 11 blok selnya dibangun untuk menampung 5.000 narapidana, tetapi sering kali dipenuhi lebih dari 10.000 orang.Hari Senin lalu beberapa orang Taliban yang pernah menghuni mengunjungi penjara ini. (Foto: AP/Al Jazeera)

Tim Editor

M. Anis

Reporter

M. Anis

Editor

Berita Terkait

Kamis, 10 November 2022 21:38

Ikhtiar Pemkot Surabaya Perangi Kemiskinan Lewat Padat Karya

Senin, 24 Oktober 2022 07:57

“Saya Mengawal 5.000 Bal Tembakau ke Jerman Naik Kapal”

Minggu, 23 Oktober 2022 16:30

Tragedi Kanjuruhan, Babak Baru Sepak Bola Nasional

Jumat, 21 Oktober 2022 10:05

Diperlukan Rasa Cinta untuk Mengolah Tembakau Besuki

Bagikan Berita :