Strategi Kemenpar Merayu Wisman ”Bollywood”
Kedekatan Budaya India-Bali dibarengi dengan strategi kemudahan kunjungan wisata.

Strategi Kemenpar Merayu Wisman ”Bollywood”

DITULIS USER

Pesona Indonesia
Gerak Wisata 29 Aug 2017 WIB

JAKARTA: India. Orang Indonesia tahunya hanya joget India yang selalu mewarnai film-film garapan Bollywood. Tak sedikit juga yang tahu India hanya dalam sinetron-sinetron ala opera sabun yan gencar ditayangkan salah satu stasiun televisi swasta kita. Namun, siapa sangka, India tercatat penyumbang perolehan devisa besar dari sektor pariwisata. Pertumbuhan wisatawan dari India tercatat paling tinggi.

Data mencatatanya sebagai berikut, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada semester I tahun 2017 meningkat 22,42 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Dari jumlah 6,48 juta kunjungan tersebut wisatawan asal India tercatat yang paling tinggi pertumbuhannya. 

Apa yang membuat wisatawan Bollywood itu tertarik Indonesia? Apa saja faktor yang mendorong mereka untuk plesir? Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kementerian Pariwisata Vinsensius Jemadu punya jawabannya.. 

Vije Sapaan akrab Vinsensius Jemadu, mengatakan, dari jumlah tersebut mayoritas kunjungan masih menyasar Pulau Dewata, Bali. Berdasarkan data BPS Provinsi Bali, hingga Juni 2017 wisatawan asal India tercatat sebanyak 129.727 wisatawan. Jumlah tersebut naik 39,90 persen dibanding semester sama tahun sebelumnya yang tercatat 92.371 orang.

"Hal ini karena ada kesamaan mayoritas penganut agama Hindu sehingga menimbulkan proximity (kedekatan) budaya yang kental antara masyarakat India dan Hindu di Bali. Selebihnya ditunjunjang adanya air connectivity dari Denpasar ke berbagai kota di India,” ujar ViJe.

Sejak Desember tahun lalu, Garuda Indonesia sudah melayani penerbangan dari Denpasar-Mumbai. Kemudian tidak lama berselang, Air Asia juga membuka penerbangan ke Mumbai dan Denpasar-Kolkata. Sebulan setelahnya giliran Batik Air menerbangi Denpasar-Chennai.

“Ini artinya roadshow yang dijalani Menpar Arief Yahya hasilnya benar-benar luar biasa. Karena itu kami akan terus mendorong airlines, khususnya LCC untuk terbang ke beberapa kota besar India ke destinasi-destinasi yang sesuai dengan market profiling mereka,” ujar dia.

Lalu strategi apa yang akan dilakukan Kemenpar guna lebih menggenjot kedatangan wisman India? VJ mantap mengatakan, adalah dengan menguatkan kedekatan budaya. Selama ini wisman India lebih mengenal Bali dan Kepri sebagai destinasi yang dituju. Kemenpar juga akan menggandeng tour operator di 10 kota di India yang akan diberi pelatihan bagaimana menjual destinasi Indonesia. 

Sementara itu Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara (BP3M) I Gde Pitana mengatakan, meningkatnya kunjungan wisman India tidak lepas dari paket kebijakan-kebijakan yang dilakukan. Termasuk pemberlakuan bebas visa dan penguatan konektivitas penerbangan yang telah dilakukan oleh Garuda Indonesia dari Mumbai ke beberapa kota besar di Indonesia. 

Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan, berdasarkan data, tahun 2015 outbound travellers India ada 20.380.000 orang, atau tumbuh 11,1 persen dari tahun 2014. Dengan kedekatan budaya, maka ada potensi besar untuk menggaet pasar India. 

“Ramayana dan Mahabharata yang sangat popular di Indonesia itu berasal dari India,” ungkap Arief Yahya yang menilai industry tourism itu mirip dengan telecommunication dan transportation. Kuncinya ada di proximity, atau kedekatan.

Hal lainnya, india juga punya Mumbai yang notabene merupakan pusat bisnis India nomor dua terbesar setelah New Delhi. Sebanyak 45 persen dari jumlah outbound India berasal dari Mumbai. "Ini semakin meyakinkan bahwa India, khususnya Mumbai merupakan pasar sangat potensial khususnya untuk memperkenalkan 10 destinasi pariwisata prioritas yang ada di Indonesia," ucap Menpar Arief Yahya. (*/idi)

Penulis : Pesona Indonesia

Bagikan artikel ini

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang ditulis oleh user. Tanggung jawab isi sepenuhnya pada user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini. Namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.