Program Fam Trip untuk Jurnalis Negeri Sakura
Labuhan Bajo dalam frame. foto: by jonlavoie.org

Program Fam Trip untuk Jurnalis Negeri Sakura

DITULIS USER

Pesona Indonesia
Gerak Wisata 29 Aug 2017 WIB

Bali, uh... selalu menempel di hati. Labuhan Bajo, oh... betapa terkenang indahnya. Dua destinasi ini begitu dibanggakan Indonesia. Wisatawan negeri Sakura itu pun selalu membanjirinya tanpa putus.

Fakta membagakan ini tak lantas membuat Kementerian Pariwisata – lembaga paling terdepan menggawangi destinasi ini – berpangku tangan. Enak-enakkan. Hanya asyik menunggu orang datang pelesir, tidak! Justru fakta ini membuat Kemenpar menggeliatkan bermacam jurus dan strategi agar wisatawan Jepang tak putus datang bertandang.

Belum lama ini Kemenpar membuat strategi Familiarization Trip. Istila ini bisa disebut juga dengan Fam Trip. Apa itu? Adalah kegiatan terobosan dari Kementerian yang dipimpin Arief Yahya untuk para jurnalis dari Jepang. Bekerjasama dengan Konsulat Jenderal Indonesia (KJRI) di Osaka para jurnalis Jepang diundang khusus ke Bali dan Labuan Bajo untuk melihat dari dekat dua destinasi itu. 

Selesai? Tentu tidak! Terundangnya para jurnalis Jepang itu harapannya adalah melakukan peliputan khusus untuk Bali dan Labuhan Bajo. Terdapat enam media ternama dari Jepang yang diundang ke Bali dan Labuan Bajo. Fam Trip-nya adalah, mereka diajak mengeksplorasi keindahan alam dan kekayaan budaya untuk menggenjot kunjungan Wisatawan Mancanegara asal Jepang itu sendiri.

"Enam orang Jurnalis dari media besar di Jepang itu diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam meningkatkan awareness dan timbulnya keinginan untuk berwisata ke Bali dan Labuhan Bajo dengan masif," ucap I Gde Pitana, Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar.

Kata Pitana, Famtrip akan diset untuk menciptakan pemberitaan perjalanan wisata. Obyeknya adalah Labuan Bajo. Dia tak hanya destinasi prioritas pariwisata di Indonesia namun juga destinasi kelas dunia dimana para artis dan tokoh dunia pernah menyambangi pulau yang ada Komodo di dalamnya. 

"Ketika mereka sudah merasakan, mereka bisa menceritakan dan menulis serta membuat tulisan feature dengan lebih gamblang dan tidak mengecewakan pembaca mereka. Mereka bisa menuliskan tentang Komodo hewan langka yang ada di Indonesia dan kita berani begitu, karena alam atau nature kita memang world class," ujar Pitana.

Di Labuan Bajo para jurnalis diarahkan menjajal keindahan Bukit Cinta, dan sore harinya menikmati sunset disalah satu restauran yang cukup hits di Labuan Bajo dengan view sunset-nya. Hari berikutnya jurnalis Live on Board dari Labuan Bajo menuju pulau Padar, Pink Beach, Pulau Kanawa, lalu ke Pulau Komodo. Di Pulau Komodo, para Jurnalis dibawa melihat hewan langka endemic Indonesia itu. 

Sementara untuk Bali, Jurnalis diajak makan malam ditemani sunset di sekitar pantai Jimbaran. Berikutnya adalah menjelajah Nusa Penida melalui Sanur. Sorenya menikmati sunset di Angels Billabong dan Pasih Uug. ”Disini kami tidak disuguhkan makanan Jepang, agar para Jurnalis itu bisa merasakan cita rasa dan pedasnya sambal mata khas Bali,” kata Pitana yang juga asli Bali itu. 

Menpar Arief Yahya menilai, Famtrip ini juga menjadi momentum untuk membuktikan kepada para masyarakat Jepang melalui pemberitaan-pemberitaan para Jurnalis bahwa Bali yang menjadi top destination versi TripAdvisor dan Labuan Bajo yang memiliki destinasi wolrd class, merupakan lokasi yang aman, nyaman dan indahnya bukan main. 

Arief yahya juga mengkategorikan famtrip itu sebagai selling. Dalam framework BAS Branding, Advertising, selling menjadi salah satu rumus strategi promosi Kemenpar. "Famtrip, mendatangkan endorser pariwisata, pelaku bisnis pariwisata, media, itu penting untuk serangan udara, efektif mempengaruhi opini publik traveler. Karena itu, harus menggunakan media Jepang yang dibaca oleh masyarakat di sana," kata Menpar Arief Yahya.(*/idi)

 

Penulis : Pesona Indonesia

Bagikan artikel ini

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang ditulis oleh user. Tanggung jawab isi sepenuhnya pada user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini. Namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.