Menakar Hari Kasih Sayang

Menakar Hari Kasih Sayang

DITULIS USER

Penyair-Amatir
ngopiOPINI 14 Feb 2017 WIB

Apakah ada hari Kasih Sayang itu? Jawabannya jelas. Tidak ada. Yang ada, hari Senin, Selasa, dst. 

Apakah ada hari khusus untuk merayakan kasih sayang? Jawabannya ya bisa saja ada. Semisal begini, untuk hari Senin sampai Sabtu, saya alokasikan stok kasih sayang untuk anak didik. Bukannya mereka kurang kasih sayang, namun interaksi yang positif itu bila dilandasi kasih sayang. Jika saya uring-uringan, tentu komunikasi dengan anak-anak akan jauh berbeda. 

Jadi, tiap orang saya pikir punya hari-hari khusus untuk berkasih sayang. Kapan dan untuk siapa, privatlah. Namun demikian, akanlah elok bila kasih sayang ini menjadi modalitas kita dalam berinteraksi dengan liyan. Bukan malah menumbuh suburkan antitesa dari kasih sayang: kebencian, permusuhan, dan sebangsanya.

Lalu bagaimana dengan Valentine? Wow, dahsyat ini. Soalnya lagi ngehits. Bukankah itu diklaim sebagai hari spesial untuk berkasih sayang?

Saya percaya, mencela ataupun sependapat tentang perayaan itu, akan melejitkan apa itu Valentine. Dengan kata lain, turut membincangkan. Menaik daunkan.

Kembali pada paragraf tiga. Tiap orang memiliki cara sendiri untuk menuangkan kasih sayang. Itu sah saja. Sebagai muslim, jelas saya tidak merayakan Valentine. Tentu tidak akan saya uraikan kenapa-kenapanya. Lalu salahkah mereka yang merayakan? Jika peluru tanya ini diberondong ke saya, saya jawab: tidak. Untuk itupun saya tidak akan memberikan alasan. Kalaupun ngeyel ingin tahu, baca kalimat kedua paragraf ini.

Jika pun ada yang saya kritik dari perayaan Valentine, itu lebih pada pengebirian kasih sayang (pada segelintir orang). Apalagi jika sampai diterjemahkan kepada pola asusila: bersetubuh. Baiklah, akan saya terima jika ini terkesan primitif tentang itu.

Mungkin ini semacam harapan, entah model apapun ekspresi kasih sayangmu, jadikan ia bermartabat. Lengkapnya: kasih sayang bermartabat biar beradab.

Begitu.

--

Ketintang Siang Bolong

2017

--

Sumber Gambar: http://selingkaran.com/wp-content/uploads/2014/12/gambar-bunga-kamboja-1.jpg

Penulis : Penyair-Amatir

Bagikan artikel ini

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang ditulis oleh user. Tanggung jawab isi sepenuhnya pada user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini. Namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.