Maryam: Mengubah Cara Pandang

Maryam: Mengubah Cara Pandang

DITULIS USER

Penyair-Amatir
ngopiOPINI 30 Jan 2017 WIB

MARYAM, begitu judul novel Okky Madasari yang telah kubaca. Ini buku kedua, setelah sebelumnya ENTROK, dari penulis yang sama.

Pembacaan novel ini yakni memanfaatkan waktu selagi menjadi pengawas ujian akhir sekolah. Bukan perbuatan yang patut ditiru. Hehe.
 
Mau tidak mau, saya akhirnya membandingkan dua novel yang telah saya baca. Apakah MARYAM semagis ENTROK, begitulah teror di kepala. Sebab, pembacaan buku pertama (Entrok) langsung membuat kepalaku ingat jika ada penulis perempuan yang keren, selain NH Dini, Leila Chudori, Laksmi dan satu lagi saya lupa.
 
Secara tema, saya suka. Penulis masih setia menyuarakan minoritas. Kali ini, penulis mengajak kita menelusuri kehidupan Maryam. Seorang perempuan terpelajar dari Sulawesi, yang terlahir sebagai penganut Ahmadiyah. Satu hal, yang mengantarnya pada getirnya kehidupan. 
 
Pada mulanya, semasa di desa, perbedaan yang demikian tidaklah begitu dipermasalahkan. Meskipun pelabelan, menyimpang atau sesat, kerap didapati dari sekelilingnya. Tetapi belum ada kontak fisik.
 
Hingga kemudian, Maryam memilih lelaki yang bukan sealiran. Yang menggiringnya harus keluar dari trah keluarga, sebab kedua orangtuanya menolak keras. Maryam nekat. Bukan saja ia menikah, tetapi mengikuti juga apa yang diyakini suaminya. 
 
Pada tahun keempat pernikahannya, Ia menggugat cerai suaminya. Faktor ketidakpercayaan mertua, yang sering mengungkit kepercayaan lamanya. Suaminya tidak bisa berbuat banyak, bahkan membela Maryam pun tidak.
 
Perceraian membuat Maryam mengambil inisiatif penting, Ia memutuskan pulang. Menjumpai kembali keluarganya. Bagaimanakah penerimaan keluarganya? Bagaimanakah keadaan kedua orang tuanya? Di sinilah kita akan menjumpai sebuah realitas yang penting untuk kita teropong. Sebuah cara pandang dari sisi lain, yang kadang dan sering abai untuk dicermati.
 
Baca novelnya, dan temukan sisi liyan yang mungkin ada gunanya untuk kita. Atau setidaknya, sebagai satu wacana tanding, dari apa yang selama ini tidak sempat kita terka.
 
Lalu bagaimana bila dibanding ENTROK? Untuk kekompleksitasan cerita, Entrok lebih unggul. namun sebagai tema yang jarang di angkat, MARYAM tidak kalah lah. 
--
gambar: http://2.bp.blogspot.com/-u-u3Vi7V_6k/ULgOgtmn2hI/AAAAAAAADYs/_Fs1zsCvsxI/s1600/maryam.jpg
--
05/12/16
Hujan deras @Krian

Penulis : Penyair-Amatir

Bagikan artikel ini

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang ditulis oleh user. Tanggung jawab isi sepenuhnya pada user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini. Namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.