Cermin: Maksim Glohur

Cermin: Maksim Glohur

DITULIS USER

Penyair-Amatir
ngopiOPINI 30 Jan 2017 WIB

Maksim Glohur datang pagi itu. Terseok-seok seperti biasanya. Ia mengenakan setelan hitam. Sandal jepit. Topi pet. Kumisnya masih lebat. Biasanya, di awal bulan ia akan mencukur habis. Entah apa yang membuatnya tidak sebagaimana mestinya.

Aku menemuinya. Ia kelihatan sedih. Sangat jarang melihat Maksim Glohur sedih. Ia periang sejati. Ketika istrinya ketabrak kereta api, ia tunjukkan ketabahannya. Tanpa sedikit bermuram durja. Ia segera bangkit. "Aku mencintai istriku dengan caraku" ujarnya suatu sore. Ketika salah satu kawan menanyai perihal kematian istrinya.

Sore itu juga, saya ajak Maksim Glohur ke suatu tempat. Aku merahasiakannya. Setelah melewati hutan pinus, kuhentikan mobil di dekat sebuat bangunan tua. Bangunan bekas terbakar. Konon, ini adalah tempat istirahat pasukan Belanda saat perang. Bangunan itu satu-satunya tanda terjamahnya tempat ini. Sekitar tiga kilometer lagi ke utara, barulah perkampungan. Dan, tak sembarang orang berani ke berhenti di sini. Kecuali aku.

"Jalan apakah yang akan kamu tempuh untuk masalahku?" Ia menatapku lekat. Gelisah yang menguar dari matanya membuat lelaki ini persis badut ulang tahun. Lucu dan menggemaskan. Aku turun dari mobil. Dengan langkah yang tegas, aku masuk ke dalam bangunan. Maksim Glohur tercekat, ketika namanya tertulis di dinding bangunan tua ini. Nama-nama lain yang diantaranya pernah ia tahu dan kenal orangnya, juga bisa ia lihat. Bulukuduknya berdiri. Nama-nama itu adalah nama-nama kenalan dan juga kawannya yang sudah meninggal.

Aku membiarkannya berlarian dalam imaji terliarnya. Sementara di lain hal, aku hanya butuh satu lagi untuk menyempurnakan rencana besarku. Ketika dia berbalik menatapku, aku sudah siapkan semuanya. Suara itu, yang melolong mengusik sepi tepi hutan Pinus, menuntaskan rencanaku. Aku bergerak cepat. Seperti biasa. 
---
3/1/2017
Kebonsari

---

Sumber gambar: https://sportonews.id/wp-content/uploads/2016/05/Hutan-Pinus-Imogiri-990x743.jpg

Penulis : Penyair-Amatir

Bagikan artikel ini

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang ditulis oleh user. Tanggung jawab isi sepenuhnya pada user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini. Namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.