Seni Dalam Islam

Seni Dalam Islam

DITULIS USER

Nonot sukrasmono
Ngopitainment 26 Mar 2017 WIB

Menurut  Seyyed Hossein Nasr, seni Islam merupakan hasil dari pengejawantahan  Keesaan pada bidang keanekaragaman. Artinya seni Islam sangat terkait  dengan karakteristik-karakteristik tertentu dari tempat penerimaan wahyu  al-Qur’an yang dalam hal ini adalah masyarakat Arab. Jika demikian,  bisa jadi seni Islam adalah seni yang terungkap melalui ekspresi budaya  lokal yang senada dengan tujuan Islam.Sementara itu, bila kita merujuk  pada akar makna Islam yang berarti menyelamatkan ataupun menyerahkan  diri, maka bisa jadi yang namanya seni Islam adalah ungkapan ekspresi  jiwa setiap manusia yang termanifestasikan dalam segala macam bentuknya,  baik seni ruang maupun seni suara yang dapat membimbing manusia kejalan  atau pada nilai-nilai ajaran Islam.

 

Di  sisi lain, dalam Ensiklopedi Indonesia disebutkan bahwa seni adalah  penjelmaan rasa indah yang terkandung dalam jiwa manusia, dilahirkan  dengan perantaraan alat komunikasi kedalam bentuk yang dapat ditangkap  oleh indra pendengaran (seni suara), penglihatan (seni lukis dan ruang),  atau dilahirkan dengan perantaraan gerak (seni tari dan drama).

 

              Dari difinisi yang  kedua ini bisa jadi seni Islam adalah ekspresi jiwa kaum muslim yang  terungkap melalui bantuan alat instrumental baik berupa suara maupun  ruang. Hal ini juga bisa kita lihat dalam catatan sejarah bahwa dalam  perkembangannya baik seni suara maupun ruang termanifestasikan.

Dengan definisi demikian, maka setiap perkembangan seni baik pada masa  lampau maupun masa kini bisa dikatakan seni Islam asalkan memenuhi  kerangka dasar dari difinisi-difinisi di atas. Dengan kata lain, seni  bisa kita kategorikan seni Islam bukan terletak pada dimana dan kapan  seni tersebut termanifestasikan, melainkan pada esensi dari  ajaran-ajaran Islam yang terejahwantah dalam karya seni tersebut.

 

 

B. Perkembangan seni pada masa bani umayyah

Perkembangan seni Pada masa Daulah Bani Umayyah , terutama seni bahasa, seni suara, seni rupa, dan seni bangunan (Arsitektur).

1. Seni Bahasa

           Kemajuan  seni bahasa sangat erat kaitannya dengan perkembangan bahasa. Sedangkan  kemajuan bahasa mengikuti kemajuan bangsa. Pada masa Daulah Bani  Umayyah kaum muslimin sudah mencapai kemajuan dalam berbagai bidang,  yaitu bidang politik, ekonomi, sosial, dan ilmu pengetahuan. Dengan  sendirinya kosakata bahasa menjadi bertambah dengan kata-kata dan  istilah –istilah baru yang tidak terdapat pada zaman sebelumnya.

           Kota  Basrah dan Kufah pada zaman itu merupakan pusat perkembangan ilmu dan  sastra (adab). Di kedua kota itu orang-orang Arab muslim bertukar  pikiran dalam diskusi-diskusi ilmiah dengan orang-orang dari bangsa yang  telah mengalami kemajuan terlebih dahulu. Di kota itu pula banyak kaum  muslimin yang aktif menyusun dan menuangkan karya mereka dalam berbagai  bidang ilmu. Maka dengan demikian berkembanglah ilmu tata bahasa (Ilmu  Nahwu dan sharaf) dan Ilmu Balaghah, serta banyak pula lahir-lahir  penyair-penyair terkenal.

2. Seni Rupa

           Seni  rupa yang berkembang pada zaman Daulah Bani Umayyah hanyalah seni ukir,  seni pahat, sama halnya dengan zaman permulaan, seni ukir yang  berkembang pesat pada zaman itu ialah penggunaan khat arab (kaligrafi)  sebagai motif ukiran. nuansa baroq dengan bentuk2 yg full ragam hias dan kaligrafi, mulai pilar, tembok, langit2.

Yang  terkenal dan maju ialah seni ukir di dinding tembok. Banyak Al-Qur’an,  Hadits Nabi dan rangkuman syair yang di pahat dan diukir pada tembok  dinding bangunan masjid, istana dan gedung-gedung dgn komposisi dan jenis kaligrafi yg sangat artistik dan penuh, hampir tdk ada bidang yg kososng sedikitpun.

 

3. Seni Suara

           Perkembangan  seni suara pada zaman pemerintahan Daulat Bani Umayyah yang terpenting  ialah Qira’atul Qur’an, Qasidah, Musik dan lagu-lagu lainnya yang  bertema cinta kasih, media seni musik biasanya bercirikan musik rebana.

 

4. Seni Bangunan (Arsitektur)

                   Seni  bangunan atau Arsitektur pada masa pemerintahan Daulah Bani Umayyah  pada umumnya masih berpusat pada seni bangunan sipil, seperti bangunan  kota Damaskus, kota Kairuwan, kota Al- Zahra. Adapun seni bangunan agama  antara lain bangunan Masjid Damaskus dan Masjid Kairuwan, begitu juga  seni bangunan yang terdapat pada benteng- benteng pertahanan masa itu.

            Adapun  kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan, berkembangnya dilakukan dengan  jalan memberikan dorongan atau motivasi dari para khalifah. Para  khalifah selaku memberikan hadiah-hadiah cukup besar bagi para ulama,  ilmuwan serta para seniman yang berprestasi dalam bidang ilmu  pengetahuan dan kebudayaan dan untuk kepentingan ilmu pengetahuan di  sediakan anggaran oleh negara, itulah sebabnya ilmu pengetahuan  berkembang dengan pesatnya.

           Pusat  penyebaran ilmu pengetahuan pada masa itu terdapat di masjid-masjid. Di  masjid-masjid itulah terdapat kelompok belajar dengan masing-masing  gurunya yang mengajar ilmu pengetahuan agama dan umum ilmu pengetahuan  agama yang berkembang pada saat itu antara lain ialah, ilmu Qira’at,  Tafsir, Hadits Fiqih, Nahwu, Balaqhah dan lain-lain. Ilmu tafsir pada  masa itu belum mengalami perkembangan pesat sebagaimana yang terjadi  pada masa pemerintahan Daulah Bani Abbasiyah. Tafsir berkembang dari  lisan ke lisan sampai akhirnya tertulis. Ahli tafsir yang pertama pada  masa itu ialah Ibnu Abbas, salah seorang sahabat Nabi yang sekaligus  juga paman Nabi yang terkenal

.https://www.facebook.com/notes/nonot-s-mono-full/seni-dan-islam/10150287744302775

 

pustaka :

Yusuf Al- Qordowi DR,  Pustaka Hidayah" Islam Dan Seni " 8 -Agt -1995

Hamdi Salad , yayasan REMESTA "Agama dan Seni ",okt 2000

Sirajuddin AR. Drs, Pustaka PP " Seni Kaligrafi Islam",Maret 1985.

 

 

Penulis : Nonot sukrasmono

Bagikan artikel ini

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang ditulis oleh user. Tanggung jawab isi sepenuhnya pada user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini. Namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.