Babinsa Bantu Padamkan Karhutlah Di Kecamatan Anggana

22 Oct 2018 22:48   Kriminal
Babinsa Bantu Padamkan Karhutlah Di Kecamatan Anggana

Anggana –  Kembali terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) seluas 4 hektar milik H. Idris di Jln. Jahetan Gunung Teletubis Desa Kutai Lama Kec. Anggana Kab. Kukar Kaltim pukul 12.15 Wita, Senin (22/10/2018). kebakaran ini awalnya diketahui oleh salah satu warga dan melaporkan kepada Babinsa Desa Kutai Lama untuk diambil langkah pemadaman api.

Setelah mendapatkan laporan tersebut Babinsa Desa Kutai Lama Sertu Taufik melaporkan hal itu kepada Danramil 0908-03/Anggana Kapten Inf Marino dan berkoordinasi dengan dinas terkait lainnya untuk datang ke lokasi kebakaran, setibanya di lokasi kebakaran, ditemukan salah seorang warga yang diduga pemilik lahan.

Untuk upaya pemadaman api dibantu dengan dua (2) unit kendaraan Damkar dari BPBD Kec. Anggana Kab. Kukar dan Damkar dari PT. Pertamina E&P Kec. Anggana bersama dengan masyarakat, dalam upaya pemadaman, api cepat membesar dan melebar karena adanya tiupan angin yang  kencang dan pukul  14.50 Wita akhirnya api dapat dipadamkan.

Kebakaran ini terjadi diduga karena adanya kelalaian dari warga masyarakat yang membuang puntung rokok yang masih menyala sembarangan karena posisi lahan berada dipinggir jalan poros tembus Desa Kutai lama menuju ke Desa Muara Badak.  Kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) ini sudah sering terjadi dan dibutuhkan kesadaran yang tinggi oleh semua pihak dalam  menjaga lingkungan agar terhindar dari berbagai macam musibah kebakaran.

Selain itu membuka lahan pertanian dengan cara membakar adalah juga salah satu penyebab sering terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kodim 0908/Btg. Dandim 0908/Btg Letkol Arh Gunawan Wibisono melalui Danramil Anggana menyampaikan himbauan kepada warga untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan diarea hutan yang mudah terbakar dan dilarang keras membuka lahan pertanian dengan cara membakar karena hal ini yang bisa mengakibatkan terjadinya Karhutlah.” tegas Danramil.