Mahasiswa Halut di Sulut Keluhkan Transportasi Laut Rute Tobelo - Manado

06 Jun 2018 13:26   Transportasi
Mahasiswa Halut di Sulut Keluhkan Transportasi Laut Rute Tobelo - Manado
Foto Ilustrasi Kapal Laut

Ngopibareng.id, Halut-Kapal KM. Elizabeth III yang biasa menjadi salah satu transportasi laut yang di gunakan masyarakat Halmahera Utara terutama mahasiswa yang berpergian ke kota Manado, pada beberapa bulan ini tidak beroperasi.


Menurut salah satu Mahasiswa, Fian Hayati mengatakan bahwa KM. Elizabeth III tidak beroperasi dari bulan Februari sampai sekarang ini, akibatnya kami selaku mahasiswa merasa kesulitan di saat kehabisan kebutuhan - kebutuhan  dalam kost. 

"Kami selaku mahasiswa berasal dari Halmahera Utara yang berstudi di Sulut merasa kesulitan, ketika habisnya kebutuhan - kebutuhan dalam kost, misal habis beras. Karena beras biasanya orang tua mengirim beras melalui KM. Elizabeth III tersebut, tapi kini belum beroperasi sehingga kami harus belanja kebutuhan seperti beras di Kios atau pun di mini market terdekat dengan harga yang mahal". Imbuh Fian Hayati yang juga mahasiswa Unima.

Terpisah dari itu, ada salah satu mahasiswa Universitas Sam Ratulangi yaitu, Mutlaben Kapita; Ia juga mengeluh dengan masalah akses transportasi laut antara Tobelo - Manado yang hingga saat ini belum ada kapal yang beroperasi.

Menurutnya, pemerintah daerah Kabupaten Halmahera Utara tidak boleh hanya berpangku tangan dengan masalah ini.

" Pemerintah daerah tidak boleh hanya diam dan berpangku tangan tanpa memberikan solusi perihal akses transportasi laut antara Tobelo - Manado yang hingga saat ini belum beroperasi ". Tutur, Mutlaben Kapita.

Ia melanjutkan, saat ini mahasiswa merasa kesulitaan mengirim barang bahkan sebaliknya orang tua sulit mengirim barang kebutuhan yang diperlukan mahasiswa. Pungkas, Mutlaben Kapita.

"Bukan hanya itu tapi transportasi laut masih menjadi pilihan utama ketimbang transportasi udara (Pesawat) bagi masyarakat pada umumnya terutama mahasiswa ketika berlibur, karena saat ini tiket peswat terbilng mahal. Sehingga perlunya pemerintah daerah memberikan solusi kaitan dengan masalah ini" . Tutup, Mutlaben Kapita yang juga mahasiswa Unsrat itu.