Menguji Keikhlasan

Menguji Keikhlasan

DITULIS USER

Muhammad Misbahul Munir, S.Ag.
ngopiLIFESTYLE 30 Jan 2017 WIB

Salah satu alamat ikhlas ialah bila pujian maupun celaan itu tidak berpengaruh bagi kita..

Dan cara untuk mengetahui apakah kita benar-benar sudah tidak terpengaruh oleh pujian maupun celaan itu dengan menguji diri sendiri dalam beberapa keadaan.

 

Di antara ujiannya, hendaknya kita meneliti hati kita dalam keadaan-keadaan ini:

1. Waktu tidak terasa lebih lama jika orang yang mencela kita, duduk di samping kita, dibandingkan jika orang yang memuji kita duduk di samping kita.

Artinya, jika duduk bersama si A (yang memuji kita) selama 1 jam terasa seperti 1 menit, namun jika duduk bersama si B (yang mencela kita) selama 1 menit itu terasa seperti 1 jam, maka kita tidak lulus, karena hati kita masih condong kepada si A daripada si B, yang artinya pujian si A dan celaan si B masih berpengaruh bagi kita.

2. Kegesitan dan kerajinanan kita dalam memenuhi kebutuhan orang yang memuji kita itu tidak melebihi kegesitan dan kerajinan kita dalam memenuhi kebutuhan orang yang mencela kita.

Artinya, jika kita merasa semangat untuk membantu si A, namun merasa enggan untuk membantu si B, maka kita tidak lulus.

3. Kepergian orang yang mencela kita dari sisi kita, tidak lebih kita senangi daripada kepergian orang yang memuji kita.

Artinya, jika kita merasa sedih jika si A pergi, sedangkan jika si B pergi kita justru merasa senang, maka kita tidak lulus.

4. Kematian orang yang memuji kita, tidak terasa lebih berat bagi kita, dibandingkan kematian orang yang mencela kita.

Artinya, jika kita sedih jika si A wafat, namun biasa-biasa saja jika si B wafat, maka kita tidak lulus.

5. Kesedihan kita terhadap musibah yang menimpa orang yang memuji kita, tidak lebih besar daripada kesedihan kita terhadap musibah yang menimpa orang yang mencela kita.

Artinya, jika kita sedih jika si A tertimpa musibah, sedangkan jika si B tertimpa musibah kita biasa-biasa saja, maka kita tidak lulus.

6. Ketergelinciran orang yang mencela kita tidak terasa lebih ringan di hati kita, dibandingkan ketergelinciran orang yang memuji kita.

Artinya, jika si A melakukan kekeliruan, kita merasa sedih, sedangkan jika si B melakukan kekeliruan kita biasa-biasa saja, maka kita tidak lulus.

Selamat mencoba.. Semoga lulus....

Aboooot tenaaan yooo...!

 

#CerminMamakNurLutfi

#UjiIkhlas

#Edisi201701

Penulis : Muhammad Misbahul Munir, S.Ag.

Bagikan artikel ini

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang ditulis oleh user. Tanggung jawab isi sepenuhnya pada user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini. Namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.