Antrian Mengular, Warga Jatimulya Berebut Air Bersih

Antrian Mengular, Warga Jatimulya Berebut Air Bersih

DITULIS USER

maz djokowi
Ngopi BEBAS 26 Jul 2019 WIB

Tegal- Antrian warga untk berbeut air bersih menajang hingga mengular. Jurigen dan beberapa wadah air itu sengaja dibawa warga Desa Jatimulya, Kecamatan Suradadi, Tegal karena untuak diisi air bersih oleh Satgas TMMD yang sedang mensuplai air.

Keringnya sumur warga dan sumber mata air mengharuskan antrian itu memanjang. Kebutuhan setiap orang perhari yang mencapai sekitar 50 liter itu membuat kebutuhan air terus meningkat. Kekeringan sudah menjadi potret yang terbaingkai kaca. Tidak ada satupun debu yang hinggap mengitoroinya. Ekstrimnya cuaca kala itu justru menambah derita warga.

Seteguk air itu kembali membuat senyum warga pelosok Kota Tegal di bagian uatara itu kembali. Satgas TMMD mensuplai kebutuhan air besih untuk warga yangb membutuhkan. Bantuan air tangki ini nampaknya menjadi air Zam -Zam yang dirindukan kala sepulang ibadah haji. Warga yang berbondong- bondong datang membawa galon, jurigen hingga wadah besar hanya untuk antri mendapatkan air.

Hanya sekedar untuk minum saja, terkadang kekurangan air. Apalagi untuk kebutuhan mandi dan lainnya, terkadang harus terhenti. Keadaan ini msasih rutin dialami, karena solusi untuk kebutuhan negeri ini masih belum ada. Besar harapan warga kepada Satgas TMMD untuk terus mengirimkan air bersih menjadi doa saban usai solat. Bahkan doa itu terus mengalir dari bibir kering warga Jatimulya.

“antrian panajng banget itu, karena banyak warga yang membutuhkan air. Kekeringan disini sudah jadi agenda tahunan yang jelas, kemudian menjadikan kebutuhan air warga sangat tinggi , “ jelas Toha (43), warga setempat. Jumat (26/7). (Pendim).

Penulis : maz djokowi

Bagikan artikel ini

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang ditulis oleh user. Tanggung jawab isi sepenuhnya pada user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini. Namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.