Ur-Farm Pelopor Workshop Teknologi Transformasi Kulit Kopi Menjadi Bio-Coals Pertama di Asia Tenggara

14 May 2018 17:03   Inovasi
 Ur-Farm Pelopor Workshop Teknologi Transformasi Kulit Kopi Menjadi Bio-Coals Pertama di Asia Tenggara
Tanggal 5 Mei 2018, pertama kalinya Ur-Farm membuat loka karya internasional di
provinsi Lam Dong, Vietnam. Dalam loka karya ini 50 petani kopi hadir untuk
mendengarkan bagaimana pemanfaatan limbah kulit kopi menjadi bio-briket.
Teknologi ini merupakan yang pertama di Asia Tenggara bahkan di dunia, Ur-Farm
sangat bangga membawa teknologi ini keluar dari Indonesia untuk pertama kalinya.
 
Ur-Farm Coffee Coals merupakan sebuah inisiatif sosial yang mengubah kulit kopi
menjadi energi terbarukan berbentuk bio-briket. Proyek ini merupakan proyek sosial
yang disponsori oleh U.S ASEAN Business Council melalui program YSEALI Seeds For
The Future, sebuah program yang di inisiasi oleh mantan presiden Amerika Serikat:
Barack Obama bertujuan memperkuat kepemimpinan dan konektivitas di wilayah
Asia Tenggara.
 
Pesatnya pertumbuhan industri pertanian di kawasan ASEAN tidak dibarengi dengan
pengetahuan tentang informasi pengelolaan sampah. Masalah sampah menuntut
penanganan yang tepat, sehingga limbah tidak mempengaruhi makhluk hidup dan
daerah sekitarnya. Sama seperti kopi, sebagai komoditas pertanian yang telah lama
ditanam oleh petani di berbagai negara di dunia, memiliki permasalahan terhadap
penanganan limbah kulit kopinya.
Menurut Dea Amira, CEO Ur-Farm “Saat ini jumlah kulit kopi di wilayah Asia Tenggara
hampir mencapai 1 juta ton. Di provinsi Jawa Timur, rata-rata petani kopi dapat
mengolah kopi sebanyak 650.000 ton per tahun.”
 
Limbah kulit kopi yang tidak ditangani dengan baik memberikan polusi ke udara dan
air, bahkan menimbulkan permasalahan gangguan pernafasan bagi petani kopi dan
masyarakat yang tinggal disekelilingnya.

Menurut Dr. Soni Sisbudi, Profesor Teknologi Agrikultur Universitas Jember
“Workshop ini di dedikasikan untuk mengurangi permasalahan limbah kulit kopi.
Selama ini petani kopi memerlukan waktu 6 bulan untuk mengelola kulit kopi
menjadi pupuk organik. Melalui teknologi yang saya ciptakan petani dapat mengelola
kulit kopi menjadi briket, yang kemudian briket tersebut dapat digunakan untuk
memasak, dan abu nya bisa digunakan secara langsung sebagai pupuk organik tanpa
menunggu 6 bulan lamanya”.
 
Tidak hanya itu saja, untuk memastikan keberlanjutan dari proyek pengelolaan
limbah kulit kopi menjadi energi terbarukan, Ur-Farm juga turut memberikan mesin
pengolah kulit kopi menjadi briket kepada kelompok petani kopi di Lam Dong,
Vietnam. Dengan harapan tidak ada lagi permasalahan limbah kulit kopi di daerah
mereka.
 
“Setelah negara Vietnam, Ur-Farm akan memberikan loka karya ke Davao, Phillipines
pada bulan agustus mendatang dan Sumedang, Indonesia pada bulan September”,
ujar Riduan Aldina, COO Ur-Farm.
 
Banyak sekali manfaat yang didapatkan petani dari bio-briket, karena produknya
merupakan bahan alami, jadi aman untuk digunakan sebagai bahan bakar rumah
tangga dan untuk keperluan lain. Akibatnya, petani kopi lebih memahami tentang
produksi kopi berkelanjutan, menciptakan sumber pendapatan baru bagi keluarga
mereka dan turut berpartisipasi dalam tren energi terbarukan.
 
Tentang Ur-Farm:
Ur-Farm merupakan sebuah sosial bisnis yang fokus kepada pemberdayaan petani
kopi di Indonesia. Ur-Farm didirikan pada tahun 2016 dengan misi untuk memutus
rantai pasok yang berbelit-belit, mensejahterakan petani kecil dan memberikan
perdagangan yang adil kepada petani dan konsumen. Saat ini Ur-Farm telah memiliki
60 Petani kopi dari Jawa Timur.