Wawasan Kebangsaan Usai Sahur Bareng Danramil Pare

Wawasan Kebangsaan Usai Sahur Bareng Danramil Pare

DITULIS USER

dodik suwarno
ngopiNEWS 02 Jun 2017 WIB

Jelang waktu menunjukkan subuh, Danramil Pare ,Kapten Arh Ajir memanfaatkan waktu usai sholat subuh dijalani warga Dusun Semanding Kelurahan Pare di Masjid Al Dhorori. Sebelumnya, Kapten Arh Ajir bersama Ketua RT, Sumiran, Ketua RW ,Ngatino dan perangkat desa, Sriyanto makan sahur bareng di kediaman Sriyanto yang lokasinya berdekatan dengan Masjid Al Dhorori, jumat (02/06/2017).

 

Sebagian besar jamaah yang hadir di Masjid Al Dhorori berprofesi sebagai petani, untuk itu sambil menunggu terangnya sang surya, sekaligus menandakan waktunya warga berkemas-kemas menuju ke areal pertanian masing-masing, dimanfaatkan seefektif mungkin Kapten Arh Ajir untuk menyampaikan sedikit banyak wawasan kebangsaan kepada warga setempat.

 

“Bapak-bapak ibu-ibu, sekarang banyak sekali oknum-oknum yang sengaja memutarbalikan peristiwa, sejarah maupun pengetahuan. Oknum-oknum itu berupaya menabrakan Pancasila dengan agama. Perlu diketahui bapak-bapak ibu-ibu, agama ya agama, Pancasila ya Pancasila. Agama itu ageman kita untuk meyakini keberadaan Tuhan, ajaran-ajaran yang menjadikan moral manusia itu baik, memberikan tuntunan kebenaran dan teladan bagi kehidupan kita. Berbeda dengan Pancasila, Pancasila itu ideologi, bukan agama, jadi tidak mungkin bapak-bapak ibu-ibu disesatkan gara-gara memegang teguh Pancasila, karena Pancasila itu bukan agama, tetapi ideologi,” jelas Kapten Arh Ajir.

 

Selanjutnya, Kapten Arh Ajir menjabarkan satu persatu ,sila-sila yang termuat dalam Pancasila dengan bahasa yang mudah dicerna dan dimengerti. “Didalam sila pertama sudah jelas, KeTuhanan Yang Maha Esa, disini dijabarkan secara luas, kebebasan menjalankan ibadah, kebebasan memeluk agama, kebebasan memperingati atau merayakan hari-hari keagamaan. Jadi ,tidak benar bila Pancasila itu mengganggu keyakinan seseorang, karena Pancasila itu bukan kitab suci agama, tetapi ideologi bangsa kita,” kata Kapten Arh Ajir. Usai wawasan kebangsaan yang berdurasi tidak lebih dari 30 menit itu, Kapten Arh Ajir mempersilahkan warga untuk kembali beraktifitas sesuai profesi masing-masing.

 

 

 

Penulis : dodik suwarno

Bagikan artikel ini

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang ditulis oleh user. Tanggung jawab isi sepenuhnya pada user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini. Namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.