Pembekalan Jati Diri Manusia Indonesia Pada Pelajar SMPN 1 Kota Kediri

Pembekalan Jati Diri Manusia Indonesia Pada Pelajar SMPN 1 Kota Kediri

DITULIS USER

dodik suwarno
ngopiNEWS 21 Jul 2017 WIB

Siswa siswi SMPN 1 Kota Kediri yang saat ini duduk dibangku kelas 3 atau kelas 9, hari ini mengikuti pembekalan karakter dan kepribadian ,sesuai dengan agenda pihak sekolah dalam hal ini SMPN 1 Kota Kediri. Pembekalan ini sangat terkait dengan masa 1 tahun sebelum siswa siswi ini menuju jenjang pendidikan teratas, sekaligus menetralisir pengaruh-pengaruh negatif dari informasi atau pemberitaan yang tersebar di media sosial, seperti facebook maupun twitter, jumat (21/07/2017)

 

Diawal pembekalan karakter dan kepribadian, Bati Tuud Koramil 01/Kota, Pelda endro Wibowo menjelaskan, pada pendidikan kali ini, beberapa materi seperti sikap baris berbaris ,serta bagaimana dalam melaksanakan setiap aktifitas layaknya peringatan hari nasional yang sesuai ketentuan ,dan diakhir pendidikan cinta tanah air, siswa/siswi tersebut menerima wawasan kebangsaan berdurasi selama 30 menit. Dalam pelatihan baris berbaris, setiap siswa/siswi setidaknya sudah harus paham setiap gerakan maupun aba-aba ,dan keserasian dalam setiap barisan.

 

Pada materi wawasan kebangsaan, Pelda Endro Wibowo mengingatkan pentingnya kerukunan antar umat beragama, khususnya bagi para siswa/siswi yang saat ini duduk di kelas 3 atau kelas 9, dan dalam beraktifitas dalam ruang lingkup tertentu atau ketika berada di lingkungan masyarakat masing-masing, memahami segala perbedaan secara bijak. Selain itu, keberagaman yang ada di sekitar ruang lingkup kerja maupun di lingkungan masyarakat, bukan menjadi penghalang, melainkan justru memperluas pandangan untuk menyadari akan kehidupan yang majemuk.

 

Diakhir wawasan kebangsaan, Pelda Endro Wibowo berharap, seluruh siswa/siswi agar tidak mengkuti arus yang tidak sesuai dengan karakter dan kepribadian manusia Indonesia. Demikian juga setiap melihat sesuatu ajaran yang terlihat menyeleweng yang ada disekitarnya, hendaknya tidak perlu ditanggapi atau ikut-ikutan, karena saat ini, banyak sekali ajaran-ajaran yang justru bertolakbelakang dari latarbelakang yang sebenarnya.

 

 

Penulis : dodik suwarno

Bagikan artikel ini

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang ditulis oleh user. Tanggung jawab isi sepenuhnya pada user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini. Namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.