Membuka Kembali Sejarah Untuk Diingat Dan Dipahami

Membuka Kembali Sejarah Untuk Diingat Dan Dipahami

DITULIS USER

dodik suwarno
Jawa Timur 07 Oct 2017 WIB

Wawasan kebangsaan yang masih berhubungan erat dengan historis bangsa ini, diadakan SMK Chanda Birawa Pare Kediri hari ini dan Danramil Pare, Kapten Arh Ajir mengisinya ditengah-tengah mata pelajaran berjalan. Seperti biasa, terlebih dahulu salah satu guru menyampaikan hal-hal terkait maksud dan tujuan diadakannya wawasan kebangsaan ini dan Sri Mulyani selaku guru SMK Chanda Birawa berharap siswa/siswi mengerti sekaligus memahami jatidiri mereka sebagai bangsa Indonesia, sabtu (07/10/2017)

 

Diawal wawasan kebangsaan ini, Kapten Arh Ajir menjabarkan mengapa Pancasila dijadikan ideologi bangsa ini. Sebagaimana tercantum dalam materi yang terpampang pada slide show di layar, Pancasila mencakup seluruh aspek kehidupan bangsa ini dan Pancasila sendiri diambil berdasarkan karakter bangsa Indonesia. Sejarah sendiri mencatat berkali-kali Pancasila ada keinginan merubahnya dan digantikan ideologi lain. Dari pemberontakan-pemberontakan yang terjadi di tanah air di era 1940an hingga 1960an, Pancasila terus menerus dirongrong dengan berbagai cara.

 

“Saat ini kita harus mewaspadai adanya oknum-oknum yang sengaja memutarbalikan sejarah atau fakta. Ada juga yang sengaja menabrakkan Pancasila dengan agama. Baru-baru ini ,ada juga yang sengaja menabrakkan makna yang sebenarnya dari KeTuhanan Yang Maha Esa berdasarkan pandangannya sendiri tanpa kajian lebih dalam,” kata Kapten Arh Ajir.

 

Dengan mengusung materi “Membuka Kembali sejarah Untuk Diingat dan Dipahami”, Kapten Arh Ajir juga menjelaskan seputar toleransi dan intoleransi kepada siswa/siswi SMK Chanda Birawa yang duduk dibangku kelas 10 atau kelas 1 ini. Disamping itu, paham-paham atau ideologi-ideologi yang bertentangan dengan karakter bangsa Indonesia juga dijelaskan satu persatu, seperti terorisme, radikalisme dan komunisme.

 

 

Diakhir wawasan kebangsaan, Kapten Arh Ajir mengingatkan ,”Berbagi informasi, saling komunikasi itu memang baik lewat medsos, tetapi perlu dicermati, kontennya apa dan arah konten itu kemana. Adik-adik tidak boleh terjebak dengan pemahaman yang keliru dari informasi yang keliru. Medsos bisa berdampak positif juga berdampak negatif, pilih yang positifnya saja.”

Penulis : dodik suwarno

Bagikan artikel ini

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang ditulis oleh user. Tanggung jawab isi sepenuhnya pada user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini. Namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.