Membangun kesadaran kesehatan lewat lintas sektor

Membangun kesadaran kesehatan lewat lintas sektor

DITULIS USER

dodik suwarno
Jawa Timur 29 Mar 2018 WIB

Kediri. Puskesmas Kandangan bekerjasama dengan Kecamatan kandangan, Koramil 15/Kandangan dan Polsek Kandangan, mengadakan rapat koordinasi lintas sektor yang berlangsung di Puskesmas Kandangan. Rakor tersebut diikuti dr.Linda Hartono dari Puskesmas Kandangan, Camat Kandangan Sunar Utomo, Kapten Czi Kustoyo dan Kapolsek Kandangan AKP Eka Purnama, kamis (29/03/2018)

 

“Inventarisasi peran bantu masing-masing sektor, analisis masalah dari masing-masing sektor, pembagian peran dan tugas masing-masing sektor, rencana kegiatan masing-masing sektor, dan membangun komitmen untuk secara bersama-sama ikut mewujudkan masyarakat sehat yang mandiri,” kata Sunar Utomo.

 

Sementara itu, dr.Linda menjelaskan bahwa implementasi dari Puskesmas di sektor kesehatan terdiri dari penggalangan tim yang dilakukan melalui kelompok, informasi tentang program lintas sektor, Informasi tentang program kesehatan dan Informasi tentang kebijakan. program dan konsep baru. Untuk prosesnya sendiri, terdiri inventarisasi peran bantu masing-masing sektor, analisis masalah peran bantu dari masing-masing sektor dan pembagian peran dan tugas masing-masing sektor.

 

“Sebagaimana lokakarya bulanan Puskesmas maka lokakarya tribulanan lintas sektoral merupakan tindak lanjut dari lokakarya Penggalangan Kerjasama Lintas Sektoral yang telah dilakukan dan selanjutnya dilakukan tiap tribulan secara tetap,” lanjutnya.

 

Menurutnya, perlu dibuat dinamika kelompok di sektor kesehatan saat lintas sektor berlangsung, peserta dibagi menjadi 5 kelompok dan tiap kelompok berbaris dengan urut mulai nomor satu hingga lima. Orang nomor satu pada kelompoknya akan memberikan kalimat yang harus disampaikan secara estafet kepada orang kedua, orang kedua kepada orang ketiga, dan seterusnya hingga orang kelima. Orang terakhir ini akan maju ke depan dan menyampaikan isi kalimat yang telah dikomunikasikan.

 

 

“Disini seluruh peserta berbaur, dan saling berebut kecepatan karena waktu yang diberikan tidak banyak. Beberapa hal lucu terjadi karena kalimat yang sudah diujikan ternyata tidak sesuai dengan yang disampaikan oleh orang kelima. Tujuan dari dinamika kelompok ini adalah memberi gambaran tentang pentingnya koordinasi dan komunikasi, pentingnya kekompakan kelompok, dan bagaimana bekerja efektif, efisien tetapi tetap sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku,” pungkasnya.

Penulis : dodik suwarno

Bagikan artikel ini

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang ditulis oleh user. Tanggung jawab isi sepenuhnya pada user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini. Namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.