Kuliah Akbar Bersama Akper dan Akbid Dharma Husada

Kuliah Akbar Bersama Akper dan Akbid Dharma Husada

DITULIS USER

dodik suwarno
Jawa Timur 29 Oct 2017 WIB

Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum sejarah yang tidak bisa terpisahkan dari eksistensi dan peran pemuda menggapai mimpi menjadi kemerdekaan, hingga mengisi kemerdekaan ini dengan impian masa depan menjadi wujud nyata. Sebagaimana dilakukan Akper dan Akbid Dharma Husada di aula kampus Dharma Husada kemarin. Kuliah akbar dalam rangka Hari Sumpah Pemuda dilangsungkan dan diikuti ratusan mahasiswa, minggu (29/10/2017)

 

Danramil Mojoroto, Kapten Inf Arifin Effendi diberi tanggungjawab dari pihak Akper dan Akbid Dharma Husada untuk menyampaikan wawasannya terkait kuliah akbar ini. Diawali dengan menceritakan kronologi peristiwa Sumpah Pemuda secara singkat dan jelas, seluruh mahasiswa mendengarkannya dengan mengulas balik sejarah tersebut di era serba modern ini.

                   

“Radikalisme itu sangat berbahaya, khususnya generasi muda. Perlu diingat, bagaimana negara-negara yang hingga detik ini masih terus terjadi konflik. Hoax yang dibuat masif dan disponsori pihak lain, terjadi di Suriah. Hoax itu dibuat oleh generasi muda Suriah yang bertujuan menggulingkan pemerintahan yang sah. Dari hoax diskriminasi etnis hingga keyakinan terus digulirkan lewat medsos, akibatnya rakyat banyak yang terhasut. Saat ini banyak rakyat Suriah yang menyesalinya, bisa dilihat disitus-situs keluaran Suriah. Bila kesulitan menterjemahkannya, ada fasilitas google translate,” kata Kapten Inf Arifin Effendi.

 

Lebih lanjut, Kapten Arifin Effendi juga menjelaskan hubungan antara berita hoax dengan radikalisme. Menurutnya, kejadian di suriah bisa jadi contoh bagaimana radikalisme menumpangi berita-berita hoax. Radikalisme sendiri selalu berhubungan erat dengan konflik dan intoleransi hingga rasisme.

 

“Keberadaan Pancasila tidak bisa terpisahkan dengan kehidupan bangsa ini. Disamping itu, Pancasila adalah pemersatu bangsa ini. Jadi bila ada oknum-oknum yang ingin memecahbelah bangsa ini lewat isu-isu sensitif, hindari dan jauhi,” pungkasnya.

 

 

Penulis : dodik suwarno

Bagikan artikel ini

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang ditulis oleh user. Tanggung jawab isi sepenuhnya pada user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini. Namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.