Istiqosah dan Santunan Serta Liwetan ala Santri

Istiqosah dan Santunan Serta Liwetan ala Santri

DITULIS USER

dodik suwarno
Jawa Timur 04 Nov 2017 WIB

Masih terkait dengan agenda Hari Santri Nusantara, PCNU Kediri menggelar Istiqosah, santunan dan liwetan ala santri yang berlangsung kemarin malam di halaman kantor PCNU Kediri. Hari Santri Nusantara yang jatuh pada 22 oktober lalu, dipenuhi berbagai acara ,dari Sholawat Nariyah pada 21 oktober lalu hingga puncak seluruh agenda yang nantinya pada 5 nopember diadakan jalan santai sarungan, sabtu (04/11/2017)

 

Ketua PCNU Kediri, H.Abubakar ,Rois PCNU Kediri, K.H.Abdul Hamid serta Dandim Kediri, Letkol Arm Joko Setiyo K, M.Si (Han), Kapolresta Kediri, AKBP Anton Haryadi dan Walikota Kediri, Abdullah Abubakar, berbaur dengan para santri untuk mengikuti kegiatan Istiqosah, santunan dan liwetan ala santri.

 

Dari sumber informasi, santunan kepada kaum dhuafa dari NU care Laziz NU, tercatat 100 orang. Di acara ini juga tak ketinggalan, lagu kebangsaan Indonesia Raya turut dikumandangkan dilanjutkan lagu Ya Lal Wathon, demikian juga lantunan ayat-ayat suci Al Qur’an turut dibacakan dan diperdengarkan kepada seluruh yang hadir di lokasi ini.

 

“Hari Santri Nusantara adalah bukti diakuinya para santri dalam perannya merebut dan menjaga kemerdekaan republik kita yang tercinta. Saat ini para santri harus berjuang menghilangkan kebodohan di masyarakat. Tema Santri Mandiri NKRI Hebat harus benar-benar diwujudkan. Untuk itu penting kita perkuat rukut tadayun dan rukut insaniyah,” tutur K.H. Abubakar.

 

Letkol Arm Joko Setiyo K, M.Si (Han) berharap para santri di Kediri mengambil peran penting dalam berbagai sektor, terutama bagi kepentingan masyarakat secara umum. Demikian juga AKBP Anton Haryadi, optimis para santri di Kediri bisa saling bekerjasama dengan TNI maupun Polri guna menjaga ketentraman dan kedamaian di bumi Kediri.

 

Di penghujung acara, sajian khas liwetan ala santri turut disajikan pada acara ini. Makanan khas liwetan ala santri sangat identik dengan makan bersama tanpa ada sekat-sekat atau pemisah, semua sama-sama merasakan.

 

 

Penulis : dodik suwarno

Bagikan artikel ini

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang ditulis oleh user. Tanggung jawab isi sepenuhnya pada user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini. Namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.